fbpx
Connect with us

Sosial

Ubah Lahan jadi Lebih Produktif, Petani Muda Klayar Kembangkan Agrowisata

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Program dan inovasi dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan meningkatkan perekonomian masyarakat terus dilakukan oleh pemerintah untuk mendorong masyarakat lebih aktif lagi. Semakin majunya pariwisata dan pertanian menjadi peluang tersendiri untuk meraup keuntungan.

Belakangan ini konsep pariwisata agrowisata banyak dikembangkan diberbagai daerah. Di Gunungkidul, salah satu daerah yang memiliki petani muda yang saat ini sedang mengembangkan konsep pariwisata agrowisata yanki di Padukuhan Klayar, Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar. Petani muda di sini mengubah lahan kering menjadi lahan yang produktif buah jenis semangka.

Pendamping Kelompok Petani Milenial Klayar, Budi Susilo mengungkapkan, lahan yang dijadikan tempat produksi ini meski lahan gersang namun dekat dengan perairan dari kali oya. Sehingga menjadi suatu keunggulan tersendiri. Dipilihnya konsep agrowisata lantaran mengadopsi konsep yang dikembangkan oleh petani di Kalurahan Pampang Kapanewon Paliyan.

Berita Lainnya  Sabet Gelar Juara Provinsi, Perpustakaan Balai Pintar Pengkol Wakili DIY Pada Lomba Tingkat Nasional

“Melihat keberhasilan di sana tentu mendorong kita untuk mengikuti jejaknya,”ungkap Budi.

Lokasi di Klayar sendiri terbilang sangat mendukung, pasalnya kawasan ini dikelilingi oleh aliran Kali Oya. Kemudian juga menjadi salah satu kawasan yang memiliki obyek wisata. Sehingga mereka yang datang bisa sekalian berlibur.

Lokasi agrowisata akan ditanami berbagai tanaman buah, seperti semangka, anggur hingga stroberi dan jenis buah buahan lainnya. Untuk ditahap awal, petani mengembangkan buah semangka karena ada beberapa pertimbangan.

“Masa tanamnya pendek, untuk perawatannya juga mudah. Nanti setelah tahapan awal akan dikembangkan jenis lain,”ujarnya.

Saat ini petani muda di wilayah Klayar tengah mengolah lahan 1,2 hektare untuk produksi semangka. Benih yang disebar sebayak 9.000 benih, dengan estimasi nantinya jika panen bisa mendapatkan 30 ton buah.

Berita Lainnya  Upaya Tekan Impor, Menristek Buka Lahan Kayu Putih di Gunungkidul

“Harapan kami bisa panen 30 ton buah dengan pendapatan 150 juta. Kemudian keuntungan yang didapat digunakan untuk pengembangan agrowisata disini,”tambahnya.

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi menyambut baik pengembangan agrowisata di Klayar. Menurut dia, inovasi ini harus didukung karena dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar. Selain berdampak bagi masyarakat sekitar, paling tidak permintaan buah masyarakat di Gunungkidul bisa sedikit terpenuhi.

“Tentu ini menjadi inovasi yang bagus dan berpotensial. Modal pengembangan lainnya kita juga harus menjaga guyup rukun,”ucap dia.

Pemerintah akan terus mendorong munculnya generasi petani muda. Dengan begitu, inovasi pengembangan lahan pertanian akan semakin baik dan sektor ini akan semakin berpengaruh atas peningkatan kesejahteraan petani.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler