Peristiwa
Sempat Ditolak Warga Karena Positif Covid19, Jenazah Mantan Danramil Batal Dimakamkan di Tanah Kelahiran
Ponjong,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Warga Padukuhan Trengguno Lor, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Ponjong menolak pemakaman S (60) warga Kalurahan Ngeposari, Kapanewon Semanu di Tempat Pemakaman Umum (TPU) wilayahnya. Warga bersikukuh menolak pemakaman tersebut lantaran S meninggal dunia dalam status terpapar covid19.
Warga bahkan meminta sejumlah tukang gali kubur yang tengah mempersiapkan pemakaman S untuk menghentikan aktifitasnya. Kala itu salah seorang warga setempat mengutarakan bahwa lingkungan tidak menghendaki jika TPU tersebut digunakan untuk memakamkan jenazah terkonfirmasi positif. Ia beralasan bahwa lingkungan di Trengguno Lor takut akan virus tersebut dan khawatir jika tertular covid19. Penolakan ini pun akhirnya dimediasi oleh pemerintah Kalurahan Sidorejo, Pemerintah Kalurahan Ngeposari, dan Polsek Ponjong serta Koramil Ponjong.
Akhirnya jenazah S yang merupakan mantan Danramil berpangkat terakhir Mayor itu dikebumikan di TPU Kalangbangi Wetan, Kalurahan Ngeposari, Kapanewon Semanu atas permintaan keluarga dan pemerintah Kalurahan Ngeposari. Sebenarnya, pemilihan pemakaman di Trengguno Lor sendiri lantaran S lahir di Padukuhan Trengguno Lor namun kemudian tinggal di Ngeposari bersama keluarganya.
Kepala Palang Merah Indonesia, Iswandoyo mengatakan, tim dari PMI sempat dimintai bantuan oleh pihak keluarga dan pemerintah kalurahan setempat untuk memakamkan jenazah S yang statusnya terkonfirmasi positif covid19. Menurut Iswandoyo, S dinyatakan meninggal dunia pada Jumat pagi tadi.
“Kami dimintai bantuan untuk pemakaman secara protokol kesehatan. Tadi memang mau ke TPU di Trengguno Lor, tapi ada perubahan karena ada penolakan warga itu jadi kemudian dimakamkan di Kalangbangi Wetan, Ngeposari,” ujar Iswandoyo, Jumat siang.

Sementara itu, Lurah Sidorejo, Sidiq Nur Safe’i membantah terjadinya penolakan tersebut. Terkait dengan rencana pemakaman S di Trengguno Lor, pemerintah kalurahan telah membuatkan surat permohonan bantuan untuk pemakaman. Bahkan salah seorang warga yang memiliki liang lahat juga telah dipersiapkan.
“Sekarang jenazah sudah dikebumikan di Ngeposari, sebab beliau bertempat tinggal di Ngeposari,” ucap Sidiq.
Terpisah, Kapolsek Ponjong Kompol Sudono mengatakan jika tidak terjadi penolakan oleh warga. Namun ia mengakui bahwa memang ada miss komunikasi antara warga Trengguno Lor dengan pemakaman jenazah terkonfirmasi positif covid19 tersebut. Pagi tadi memang sempat dilakukan mediasi dan disepakati bahwa jenazah S akan dikebumikan di Ngeposari.
“Sudah selesai. Masyarakat kemudian kami berikan edukasi kembali terkait dengan covid19 ini. Permasalahannya sudah selesai,” tutup Kompol Sudono.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized2 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
