Pendidikan
Puluhan Siswa SMP Putus Sekolah Selama Pandemi, Dari Menikah Hingga Pilih Bekerja
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Metode pembelajaran di rumah yang sejak lebih dari setahun terakhir ini diterapkan berimbas pada cukup tingginya angka putus sekolah di Kabupaten Gunungkidul. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul mencatat puluhan pelajar di jenjang SMP mengalami putus sekolah di tahun ajaran 2019/2020 lalu maupun 2020/2021. Ada beragam alasan yang menjadi penyebab para siswa itu tak melanjutkan lagi studinya.
Kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Kepala Bidang SMP Disdikpora Gunungkidul, Kiswara mencatat, sejak 2020 silam, 28 pelajar dilaporkan putus sekolah. Adapun data ini merupakan data siswa yang masih duduk di bangku SMP.
“Rerata mereka yang putus sekolah merupakan siswa kelas 8 dan 9. Untuk penyebabnya ada macam-macam, ada yang memilih bekerja dan bahkan ada pula yang menikah. Ada juga yang pindah sekolah,” kata Kiswara, Jumat (11/06/2021).
Kiswara menambahkan, merujuk laporan terkini untuk para siswa yang duduk di kelas 9 SMP, sejauh ini ada 9 pelajar yang mengundurkan diri sebelum kelulusan. Mereka yang mengundurkan diri ini terdiri dari 4 pelajar SMP dan 5 pelajar Madrasah Tsanawiyah.
“Ada yang pergi tak terpantau oleh sekolah sebabnya apa keluar, terutama siswa MTs atau sekolah berbasis pesantren karena sejak pandemi ini, sebagian diliburkan dan menempuh jalur belajar di rumah,” jelasnya.

Pada situasi pandemi seperti sekarang ini di mana pembelajaran di sekolah sangat dibatasi, banyak pelajar, terutama di pondok pesantren yang memilih pulang ke tempat asalnya. Hal ini kemudian membuat sekolah kesulitan untuk melakukan pantauan terhadap para siswa tersebut. Ada sebagian siswa yang kemudian justru tidak ada kabar lanjutan berkaitan dengan pendidikannya.
“Sejak pandemi ini memang sangat terbatas sekali kegiatannya. Ini juga belajar tatap muka baru sebagian berlangsung,” lanjut dia.
Dinas sendiri menurut Kiswara terus melakukan berbagai upaya untuk menekan angka putus sekolah. Para siswa maupun orang tua diberikan pemahaman berkaitan dengan pentingnya pendidikan untuk masa depan mereka.
“Kami sudah melakukan berbagai macam upaya agar para pelajar tetap melanjutkan pendidikan, misalnya saja sosialisasi wajib belajar dengan program orangtua asuh,” papar Kiswara.
Program ini, lanjut Kiswara, dilatarbelakangi oleh banyaknya kasus putus sekolah yang dilatarbelakangi oleh kesulitan ekonomi. Para siswa yang berasal dari kalangan tidak mampu tak punya biaya untuk bersekolah dan sebagian diantara mereka memilih untuk bekerja. Dengan program orang tua asuh ini, diharapkan bisa membantu para wali murid yang memiliki kesulitan keuangan sehingga anaknya bisa tetap bersekolah.
“Kami juga mengupayakan pendidikan berjalan lewat sektor non formal, antara lain dengan membentuk kelompok belajar di sejumlah titik wilayah. Proses belajar-mengajar bisa lebih longgar dengan pendidikan kesetaraan,” tutupnya.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized2 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
