fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Program Belum Optimal, Kabupaten Layak Anak Gunungkidul Gagal Raih Predikat Nindya

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Upaya Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk mendapatkan predikat Nindya dalam Kabupaten Layak Anak (KLA) belum bisa terwujud. Usaha ektra harus dilakukan setelah dalam penilaian yang dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) beberapa waktu lalu, Kabupaten Gunungkidul masih harus menerima kenyataan hanya mendapatkan predikat Madya di tahun 2019 ini. Terdapat beberapa catatan yang perlu dioptimalkan kembali oleh pemkab agar capaian yang ditargetkan tersebut dapat tercapai.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Sudjoko mengatakan, tahun 2019 ini sebenarnya menargetkan capaian Kabupaten Layak Anak berada di level Nindya. Namun beberapa hari lalu saat penerimaan piagam di Makassar, Gunungkidul masih belum bisa naik di level tersebut karena adanya beberapa program yang perlu dioptimalkan kembali.

“Masih di level Madya seperti tahun lalu. Kita sadari bersama untuk naik memang tidak mudah. Sebenarnya dari pemerintah dan masyarakat sudah berusaha semaksimal mungkin tapi ada beberapa kriteria yang belum terpenuhi,” ucap Sudjoko, Jumat (26/07/2019).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, untuk skor penilaian sendiri tahun ini ada peningkatan, di mana tahun lalu sebanyak 680 dan tahun ini Kabupaten Gunungkidul mendapatkan skore 690. Jumlah ini selisihnya sangat tipis untuk sampai di level Nindya dengan skore 700.

Berita Lainnya  Gunungkidul Panen Penghargaan Dalam Ajang Top BUMD Award 2018

Menurut Sudjoko, dari pemerintah sendiri sejak beberapa bulan lalu menunjukkan komitmen untuk benar-benar memberikan perhatian yang lebih bagi anak-anak. Berbagai program telah dilakukan namun demikian masih perlu adanya pengoptimalan. Diantaranya yang masih perlu ditingkatkan yakni Puskesmas atau layanan kesehatan yang berbasis ramah anak.

“Ruang gerak (taman) yang ramah anak juga belum kami miliki sepenuhnya. Jadi masih perlu ditingkatkan kembali,” imbuh dia.

Kendati demikian, semangat untuk menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA) tetap tinggi. Sedikitnya masih ada 3 tingkatan yang harus dilalui untuk menjadi benar-benar mendapat predikat KLA. Diantaranya Nindya, Utama, dan KLA. Perlu adanya sinergitas yang kuat dari masyarakat dan pemerintah untuk menjadikan darah benar-benar layak dan ramah pada anak.

Berita Lainnya  Kebut Proses Pembangunan Kampus UNY, Pemkab Minta Pelajar Gunungkidul Diutamakan

“Masyarakat sudah kami bekali dengan berbagai pengetahuan, meski begitu perlu peningkatan. Dari OPD-OPD terkait juga kami tekankan untuk lebih ramah dan meningkatkan pelayanan,” tambah dia.

Beberapa waktu lalu, pemkab sendiri memang menargetkan paling tidak di tahun 2025 yang akan datang mendapatkan predikat Kabupaten Layak Anak. Pergerakan dan program-program terus digagas oleh pemerintah untuk memberikan perhatian lebih bagi anak-anak di Gunungkidul.

Gunungkidul tak sendirian masih duduk di level Madya, pasalnya untuk Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo juga masih berada di level ini. Sementara untuk Kabupaten Sleman dan Kota Yogya sudah berada di level Nindya.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler