fbpx
Connect with us

Peristiwa

Senapan Mendadak Meletus, Dul Tewas di Hadapan Sang Anak

Diterbitkan

pada tanggal

Ngawen, (pidjar.com)–Insiden memilukan dialami oleh Dul Rohim (50) warga Padukuhan Kukap, Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Pria ini tewas lantaran tertembak senapan angin miliknya. Saat kejadian, Dul bersama anaknya tengah berburu di wilayah Kecamatan Ngawem pada Minggu (22/09/2019) pagi tadi.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kejadian bermula ketika sekira pukul 09.30 WIB, korban bersama putranya, Muhsin Sulistyo (18) berniat berburu tupai dan burung. Keduanya membawa satu pucuk senapan angin menjelajah wilayah Padukuhan Tancep, Desa Tancep, Kecamatan Ngawen. Keduanya berjalan menuju bukit untuk mencari hewan buruan.

“Sesampainya di tengah bukit korban dan anaknya melalui lereng bukit dengan kondisi bebatuan besar dan pada saat berjalan posisi senapan yang dibawa korban sudah posisi on dan sudah terisi pelor (peluru),” beber Kasi Humas Polsek Ngawen, Aipda Agus Gunawan kepada pidjar.com, Minggu petang.

Lebih lanjut Aipda Agus mengatakan, senapan angin tersebut dipegang tangan kiri tanpa sandang senapan. Kecerobohan Dul sendiri tak berhenti sampai di situ. Dalam perjalanan, ia juga sempat menggunakan senapan anginnya sebagai tumpuan mendaki perbukitan. Tak berselang lama, insiden pun terjadi. Senapan angin yang dibawa Dul meletus.

Berita Lainnya  Dinyatakan Aman Dari Dampak Tsunami Gempa 7,4 SR Banten, Tim SAR Pantau Pesisir Selatan

“Kejadian yang begitu cepat dan lantaran saat berjalan tertutup batu besar membuat anak korban tak sempat melihat meletusnya senapan angin. Namun begitu, sesaat setelah suara letusan ini, saksi melihat ayahnya sudah roboh dalam keadaan tengkurap. Saat dibalik, Dul memegangi dada sebelah kanan dengan tangan kirinya,” urainya.

Lokasi insiden yang merenggut nyawa Dul

Sejurus kemudian, Muhsin langsung menyadari bahwa sang ayah tertembak senapan angin di bagian dada. Di tengah kepanikannya, ia lalu berteriak meminta pertolongan. Beruntung saat itu, ada sejumlah warga yang mendengar teriakan saksi dan langsung memberikan pertolongan.

“Beberapa saat warga datang dan membawa korban turun tebing dari tebing dan dibawa mobil ambulance menuju ke RSI Cawas, namun dalam perjalanan Dul meninggal dunia,” tandasnya.

Atas kejadian ini, Aipda Agus mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati dalam menggunakan senapan angin. Ia menegaskan kejadian naas ini murni kecelakaan. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda ganjil dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh kepolisian maupun petugas medis.

Berita Lainnya  Pamit Berladang, Kakek 80 Tahun Ditemukan Terbakar di Alas Trasan

“Korban dalam pengunaan senjata angin kurang berhati-hati saat berburu karena sudah dimasukan peluru ke dalam kamar senjata namun tidak dikunci,” pungkasnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler