Pemerintahan
Dana Bantuan Korban Bencana Puting Beliung Semanu Tak Kunjung Turun, BPBD: Masih Dibahas Pimpinan
Semanu,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Penanganan pemerintah berkait dengan bencana angin puting beliung yang terjadi di Kalurahan Pacarejo dan Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu terbilang cukup lamban. Meski sempat ditinjau langsung oleh Bupati Sunaryanta maupun Wakil Bupati Heri Susanto, namun hingga saat ini, masyarakat masih belum mendapatkan bantuan dari pemerintah sesuai dengan yang dijanjikan. Janji bantuan dana untuk rehab rekon hunian mereka yang rusak hingga selesainya masa tanggap darurat bencana sejak beberapa waktu lalu tak kunjung cair.
Hingga 2 minggu lebih pasca kejadian tersebut, bahkan belum ada titik terang atas bantuan dari pemerintah untuk para korban bencana tersebut. Padahal hal ini sangatlah dibutuhkan oleh masyarakat, baik berupa dana tunai untuk perbaikan maupun trauma healing.
Kepala Posko RW 06 Padukuhan Sambirejo, Kalurahan Semanu, Agus Budi Santosa mengatakan, bantuan pemerintah berupa logistik serta penanganan awal sejak kejadian hingga H+7 sudah dilakukan. Survei dan verifikasi data dari DPUPRKP Gunungkidul terhadap rumah yang terdampak bencana juga telah dirampungkan. Namun hingga sekarang ini, belum ada informasi lanjutan berkaitan dengan bantuan pemerintah untuk rehab rekon pasca bencana.
“Di Padukuhan Sambirejo ada 52 bangunan rusak dengan rincian 1 roboh, 4 rusak berat, dan sisanya rusak ringan hingga sedang. Relawan dari berbagai instansi, komunitas serta warga pada saat itu bahu membahu melakukan perbaikan dan perapian secara swadaya. Untuk bangunan rusak ringan sudah selesai perbaikan semua dan ini tanpa bantuan dari pemerintah,” jelas Agus Budi Santoso, Sabtu (12/03/2022).
Untuk biaya konsumsi ataupun pembelian material secara mandiri, masyarakat harus merogoh kocek mereka sendiri. Ia tak memungkiri, hingga kini, warga sendiri banyak yang menanyakan dan berharap adanya bantuan pemerintah untuk meringankan biaya perbaikan pasca bencana. Terlebih pada saat itu juga, ada tim yang datang untuk melakukan verifikasi.

“Tentu bantuan perbaikan ini sangatlah dibutuhkan. Nah kalau yang roboh dan rusak berat ini sekarang kami sedang berproses untuk perbaikan dengan mengandalkan donatur yang membantu perbaikan. Tapi semestinya daerah ikut andil dalam pemberian bantuan itu,” terangnya.
Sebagai Kepala Posko atau yang dituakan oleh masyarakat, jika ada pertanyaan mengenai kejelasan bantuan dirinya pun tidak bisa berbuat banyak. Sebab sampai dengan saat ini belum ada informasi lebih lanjut akan hal itu. Selain dana bantuan, masyarakat saat ini juga membutuhkan program trauma healing.
“Jadi masyarakat utamannya anak-anak itu ada trauma tersendiri. Ada kepanikan manakala cuaca tiba-tiba berubah mendung, angin kencang dan hujan deras. Ini perlu disikapi pemerintah juga agar psikis mereka pulih,” imbuh Agus.
Beberapa waktu lalu, Lurah Pacarejo, Suhadi mengungkapkan di Kalurahannya ada 5 Padukuhan terdampak dengan data 500 lebih rumah rusak akibat bencana angin puting beliung. Masyarakat sangat berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk perbaikan rumah-rumah yang rusak.
“Memang ada pendataan dari DPUPRKP pada saat itu, ke depannya bagaimana kami juga belum tahu. Tentu masyarakat sangat berharap bantuan atas kejadian yang menimpa ini,” ucap Suhadi.
“Kalau di daerah kami, setelah penanganan buka jalan evakuasi dan lainnya masysrakat secara mandiri dan gotong royong melakukan perbaikan di rumah masing-masing,” paparnya.
Sementara itu, Plt Kepala BPBD Gunungkidul, Sri Suhartanta mengatakan masa tanggap darurat bencana di 2 Kalurahan tersebut telah selesai pada 7 Maret 2022 lalu. Penanganan kedaruratan juga sudah selesai dilakukan oleh petugas. Saat ini, untuk proses penanganan sendiri telah masuk pada masa transisi rehab rekon. Namun demikian, ia mengakui bahwa untuk bantuan apa yang akan diberikan masih dalam proses pembahasan oleh para pimpinan.
“Data dari DPUPR ini masih dalam tahap dikoordinasikan dengan OPD dan pimpinan termasuk bantuan jenis apa serta jumlah anggaran yang dibutuhkan,” ujar Sri Suhartanta.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized4 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized4 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
-
Uncategorized2 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
