fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Siapkan Pasokan Air Bersih Untuk Perayaan Lebaran dan Mudik, Ujian Perdana PDAM Hadapi Musim Kemarau 2018

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Musim kemarau masih menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian masyarakat Gunungkidul. Diperkirakan, sebagian masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan yang selama ini rawan air, masih akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Warga bahkan harus mengeluarkan kocek yang tidak sedikit lantaran di masa ini, mereka harus membeli air dari pihak swasta yang harganya cukup tinggi.

Mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah kabupaten Gunungkidul telah mulai mempersiapkan sejumlah langkah guna menjamin pasokan air bersih saat memasuki musim kemarau. Ujian pertama pada musim kemarau ini adalah menghadapi lebaran serta musim mudik yang tentunya membuat konsumsi air menjadi sangat tinggi dan berlipat dibandingkan dengan kondisi biasa.

Bupati Gunungkidul, Badingah mengatakan, musim mudik dan lebaran yang jatuh di saat musim kemarau ini mendapatkan perhatian dari jajarannya. Bupati mengaku sudah menggelar koordinasi dengan pihak terkait baik organisasi perangkat daerah (OPD) ataupun PDAM Tirta Handayani agar mempersiapkan langkah antisipasi lonjakan konsumsi air. Hal ini ditegaskan Bupati menjadi sangat penting mengingat akan menunjang perayaan hari raya yang dilakukan oleh masyarakat Gunungkidul maupun pemudik serta wisatawan.

"Semua sudah dikoordinasikan, dan sekaligus mempersiapkan langkah-langkah untuk menyambut musim kemarau serta yang paling dekat ini adalah hari raya lebaran," kata Badingah.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Handayani Isnawan Febrianto menambahkan, jaringan perpipaan di Gunungkidul sendiri saat ini sudah mencakup 80%. Dari jaringan pipa PDAM Tirta Handayani telah mengampu 65% sementara untuk SPAMDes sudah ada di angka 25%. Cakupan ini disebutkan Isnawan sudah sangat maksimal mengingat di beberapa tempat, jaringan perpipaan sangat terkendala oleh kondisi geografis yang tidak mungkin dilayani jaringan perpipaan.

“Untuk 20% yang tidak bisa kita cakup tersebut, masyarakat menggunakan air mandiri, sumur gali atau air permukaan, serta yang berada di lokasi ekstrim memang harus dilayani dengan dropping air,” beber dia.

Berkaitan dengan menghadapi musim kemarau, khususnya pada musim puasa dan lebaran ini, pihaknya akan memiliki sejumlah strategi untuk memenuhi kebutuhan air konsumen. Diantaranya adalah dengan mencari tambahan sumber air untuk wilayah tengah di Tegalsari, Kecamatan Wonosari; Sayangan, Kecamatan Playen; serta Kecamatan Karangmojo.

"Selain menambah sumber di wilayah tengah, kami juga menambah kapasitas pompa. Misalnya yang saat ini kapasitas 40 liter perdetik akan terus ditingkatkan," ucap dia.

Isnawan mengatakan, dengan penambahan sumber air dan juga kapasitas pompa pihaknya yakin tidak muncul permasalahan saat puasa dan lebaran yang diperkirakan tingkat konsumsi air bersih meningkat. Hal ini sudah masuk dalam kalkulasi pihaknya dalam mempersiapkan maupun mengantisipasi hal tersebut.

"Tidak masalah untuk musim kemarau, dan puasa dan lebaran yang diperkirakan akan meningkat konsumsinya," katanya

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler