fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Losmen dan Hotel Menjamur, Pendapatan Pajak Pemerintah Masih Minim

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)–Boomingnya pariwisata di Gunungkidul rupanya belum berdampak banyak terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Gunungkidul. Pendapatan pajak dari sektor pariwisata dirasa masih belum optimal dan dirasa tak sebanding dengan perkembangan pariwisata yang terjadi saat ini. Hal ini terlihat dari pendapatan pajak dari restoran maupun hotel serta motel yang masih cukup minim.

Jika menoleh ke beberapa sisi, berkembangnya pariwisata di Gunungkidul berdampak pada mulai menjamurnya bisnis penginapan baik kelas losmen ataupun hotel berbintang. Mulai dari ujung barat Purwosari hingga ke wilayah Tepus dan sekitarnya mulai berdiri bangunan-bangunan losmen yang menawarkan jasa penginapan. Pemandangan penginapan-penginapan yang baik sudah mulai beroperasi maupun masih dalam tahap pembangunan menjadi hal biasa.

Namun ternyata, di balik kondisi mulai menjamurnya losmen di Gunungkidul untuk pendapatan pajaknya masih berada di angka ratusan juta. Tahun 2018 ini pemerintah daerah hanya menargetkan pendapatan pajak dari losmen sebesar 150 juta. Dalam realisasinya, hingga akhir September 2018 lalu, baru ada 124 juta yang masuk ke kas pemerintah daerah.

Berita Lainnya  Akhir 2019, Pemerintah Klaim Angka Kemiskinan di Gunungkidul Tinggal 12,5%

Kepala Bidang Pelayanan Penagihan dan Pengendalian, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Supriyatin mengungkapkan, terdapat beberapa faktor memang yang mempengaruhi masih belum terpenuhinya target pendapatan pajak dari sektor losmen. Hal itu lantaran meski usaha losemen menjamur namun untuk peminatnya masih cukup kurang. Banyak wisatawan yang memilih lokasi lain di luar Gunungkidul untuk menginap.

“Kita juga sudah uji petik kebeberapa lokasi, mayoritas sama meski ada beberapa usaha namun untuk tingkat lakunya berbeda,” ucap Supriyatin, Jumat (19/10/2018).

Lebih lanjut ia beberkan, untuk pendapatan pajak dari hotel berbintang 3, pemerintah memiliki target sebesar 715 juta, namun pada APBD Perubahan 2018 ini target tersebut direvisi dan hanya mencapai 537 juta. Hal itu lantaran masih adanya relokasi dan sejumlah perbaikan yang berdampak pada berkurangnya pengunjung hotel. Supriyatin memaparkan, lama tinggal seseorang sangat berpengaruh pada pendapatan pajak dari sektor ini.

Berita Lainnya  Warga Gunungkidul Yang Dipantau Atas Corona Sebagian Besar Berada di Rumah

Bergeser ke sektor rumah makan, sejauh ini tbaru berhasil meraup 422 juta dari sektor ini. Bedasarkan ABPD Perubahan yang masih terus bahas pemerintah menyepakati sektor rumah makan targetnya dinaikkan menjadi 500 juta dari target semula yang hanya Rp 465 juta.

Sektor usaha catering untuk sementara menjadi penyumbang pajak terbesar bagi Pemkab Gunungkidul. Sementara ini, pendapatan pajak catering yang ada sejauh ini telah mencapai 3.491.000.000. Jumlah ini sudah cukup menggembirakan lantaran target dari pemerintah pada tahun 2018 ini hanya 3.775.000.000. Menurut Supriyatin, perkembangan usaha catering di Gunungkidul memang cukup baik di mana pendapatan pajak dari beberapa sektor ini dari tahun ke tahun mengalami peningkatan hingga 10% dari pendapatan sebelumnya.

“Yang kami khawatirkan untuk pendapatan hotel bintang 3 itu, apakah akan terpenuhi atau tidak, karna sejauh ini bari 390 juta sekian,” imbuh dia.

Meski demikan, di beberapa sektor lain sudah mulai mengalami progres yang cukup baik. Dari pemerintah daerah pun masih terus sibuk melakukan uoaya pendorongan dengan melakukan uji petik dan terjun langsung ke lapangan. Sejauh ini tingkat optimis dari pemerintah terkait pemenuhan target masih cukup tinggi.

Berita Lainnya  Sensus Penduduk Besar-besaran Tahun Depan, Begini Tahapannya

“Kesadaran memang sudah mulai meningkat. Ya segelintir yang perlu ditekankan pemahaman lebih lagi,” tambah dia.

Sementara itu, Ketua DPRD Gunungkidul, Demas Kursiswanto memaparkan selama tiga tahun terakhir pariwisata Gunungkidul memang tengah mengalami perkembangan yang cukup baik. Di awal ini dengan pendapatan yang mencapai kurang dari 5 milyar dari sektor losmen rumah makan dan lainnya itu sudah cukup baik. Namun demikian pihaknya akan melakukan pendataan ulang dan mendorong pemerintah serta pelaku usaha untuk lebih aktif kembali.

“Baru tiga tahun awalan yang cukup baik menurut saya. Semoga ke depan akan lebih meningkat. Untuk upaya mengenjot pendapatan akan kami pikirkan terobosan yang pas,” ujar Demas.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler