fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Kemungkinan Gejala TBC, Dewi Irawaty: Batuk Lebih dari 2 Minggu

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)– Penyakit TBC masih menjadi momok penyakit di kalangan masyarakat umum, tak terkecuali di Gunungkidul. Penyakit TBC sendiri merupakan salah satu dalam lima prioritas masalah kesehatan yang ditanggulangi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul beberapa tahun terakhir.

Di Gunungkidul sendiri banyak masyarakat yang terdeteksi penyakit ini, namun ada pula yang belum terdeteksi dan tentunya menjadi PR pemerintah. Tahun 2022 kemarin  Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul menargetkan 1.300 penderita TBC terdeteksi secara medis, namun ternyata baru 311 kasus baru yang terdeteksi dan banyak kasus yang belum terdeteksi.

Hal itu karena kemungkinan anggapan penyakit ini disamakan dengan penyakit ringan lainnya. Ia juga mendorong agar masyarakat yang memiliki gejala batuk lebih dari dua minggu untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat.

Berita Lainnya  Diisolasi, 6 Anggota Keluarga Pasien Positif Corona Tak Diperbolehkan Keluar Rumah

“Masih ada yang belum terdeteksi dan ini menjadi PR bagi kami,” kata Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, Selasa (28/03/2023).

Dewi mengungkapkan, dari jumlah kasus yang ada di tahun 2022 kemarin terdapat 15 penderita yang meninggal dunia, kemudian di tahun 2021 ada 11 penderita TBC meninggal dunia. Hampir setiap tahunnya selalu ada penderita penyakit TBC yang meninggal dunia.

Penanganan terhadap pasien TBC terus dilakukan, memang untuk pengobatannya tergolong lama terlebih bagi mereka yang masuk kategori kronis. Untuk penderita TBC ringan harus menjalani pengobatan rutin yakni kontrol ke fasilitas kesehatan dan rutin minum obat selama enam bulan. Sedangkan jika semakin kronis membutuhkan waktu lebih dari 6 bulan bahkan sampai 2 tahun untuk masa pengobatannya.

Berita Lainnya  Marak Razia, Satpol PP Klaim Tak Banyak Lagi Pengedar Miras Beroperasi

Berkaitan dengan penanganan dan pengobatannya, Dewi mengatakan ketersediaan obat selama ini mencukupi. Pun demikian dengan pelayanannya juga dimaksimalkan.

“Untuk pengobatannya gratis. Kami mendorong agar masyarakat yang memiliki gejala batuk lebih dari dua minggu untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat,” imbuh dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler