Peristiwa
Sidak di Jepitu, Petugas Temukan Obat Oplosan Dijual Bebas Kepada Masyarakat
Girisubo,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu kios di Pasar Jepitu, Kecamatan Girisubo, Senin (10/09/2019). Dalam sidak tersebut Balai BPOM mendapati obat berbahaya yang diperjual belikan secara bebas kepada masyarakat.
Perwakilan BBPOM DIY, Hanfifah Ernawati mengatakan, obat berbahaya tersebut merupakan obat setelah hasil oplosan dari beberapa jenis obat yang dikemas menjadi satu kemasan. Secara kesehatan, obat tersebut tentunya membahayakan masyarakat jika dikonsumsi dalam jangka waktu panjang.
“Efek fatal dari konsumsi obat setelan atau oplosan ini bahkan bisa menyebabkan seseorang mengalami gagal ginjal,” ujar Hanfifah kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Selasa (10/09/2019).
Ia menjelaskan, dalam sidak tersebut pihaknya mendapatkan 36 strip obat kecetit dan 28 strip obat sakit gigi dari sebuah warung milik Ed. Hal ini tentunya menjadi ancaman serius bagi warga masyarakat di sekitar Jepitu jika peredarannya tidak segera dihentikan.
“Kami mendapatkan laporan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, mereka memang memiliki Apoteker Of Change yang bertugas mengintai peredaran obat yang tidak berizin, karena kita tidak mengerti apa saja campuran dalam obat tersebut, ini sangat berbahaya,” ujarnya.
Dijelaskan lebih lanjut, dalam kemasan obat kecetit tersebut terdapat empat macam obat dalam satu kemasan dengan menantumkan khasiat mengurangi rematik, asam urat, nyeri linu. Namun dalam obat setelan tersebut tidak tercantumkan identitas zat aktif dan kadaluarsa.
“Kami langsung melakukan pengamanan terhadap obat tersebut dan meminta pemilik kios Ed membuat surat pernyataan yang intinya tidak akan mengulangi perbuatannya dalam mengedarkan obat tak berizin,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul yang turut serta dalam sidak, Abdul Azis mengatakan, pihaknya secara rutin melakukan sidak tiga kali dalam setahun untuk meminimalisir peredaran obat maupun makanan berbahaya di Kabupaten Gunungkidul. Kendati demikian, ia mengimbau kepada masyarakat apabila mendapati peredaran obat-obatan berbahaya segera melapor ke Dinas Kesehatan.
“Para penjual selalu berdalih untuk menolong masyarakat, karena keberadaan obat ini murah dan sangat mujarab, tapi ini justru membahayakan, kalau ada laporan secara diam-diam akan kami tindak lanjuti masyarakat jangan takut melaporkan,” tandasnya.
Menurutnya, keberadaan obat setelan DI Kabupaten Gunungkidul memang cukup marak. Meskipun, saat ini fasilitas kesehatan mudah didapatkan oleh masyarakat.
” Ini karena ada trend perilaku dari masyarakat, yang menganggap fasilitas kesehatan itu mahal. Sekarang ini puskesmas pembantu bahkan ada di desa-desa, kalau punya KIS untuk berobat pasti gratis,” pungkasnya.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized1 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized5 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized5 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
