fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Simpan Vaksin di Cold Room Modern Menjadikan Gunungkidul Terima Penilaian Tinggi Dunia

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Unicef, WHO dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memberikan penilaian tinggi atas capaian program imunisasi serta pengelolaan logistik Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul. Organisasi perangkat daerah ini diangap capaiannya cukup bagus, bahkan mampu melampaui nilai di DIY.

Kasi Surveillance dan Imunisasi Dinkes Gunungkidul Drg. Fransisca Niken Widyawati menyebut, bedasarkan penilaian yang dilakukan skor yang didapat oleh Kabupaten Gunungkidul bahkan lebih tinggi dari DIY. Gunungkidul mendapat skor 81 sementara DIY mendapat skor 70 ke atas.

“Adanya gudang farmasi khusus untuk penyimpanan vaksin serta distribusi yang baik hingga ke berbagai fasilitas kesehatan menjadi faktor pendukung tingginya penilaian,” tutur dia, Senin (10/02/2020).

Selama ini, di Kabupaten Gunungkidul menyimpan vaksin di cold room sebagai syarat dari penyimpann vaksin.

Berita Lainnya  Sulit Diawasi, Pengecer Dituding Jadi Biang Kerok Mahalnya Harga Gas Melon

“Cold Room yang kami miliki tergolong besar dan modern, bisa dikatakan baru pertama di DIY,” imbuh dia.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty menyebut, dalam distribusi vaksin ada sistem khusus yang disebut sebagai Cold Chain. Sistem ini untuk memastikan vaksin dalam suhu yang sesuai agar tidak rusak saat tiba di tujuan atau saat akan digunakan.

“Kami telah menyediakan berbagai peralatan pendukung hingga menerapkan prosedur yang ketat. Apalagi mengingat harga vaksin tidaklah murah,” jelas dja.

Di samping itu, demi menjaga suhu vaksin tetap terjaga, pihaknya juga sudah menyediakan kendaraan khusus sesuai standar untuk pendistribusiannya. Jaminan kualitas juga dilakukan dengan melatih para petugas yang terlibat dalam program vaksinasi di puskesmas hingga sekolah-sekolah.

Berita Lainnya  Diproyeksikan Rampung Tahun 2021, Proyek Pembangunan Kelok 18 Diharapkan Optimalkan Tenaga Kerja Lokal

“Pelatihan dilakukan agar vaksin yang ada tidak rusak sia-sia karena penyimpanan yang keliru, mengingat pengadaan vaksin hanya bisa dilakukan melalui Kementerian Kesehatan RI,” tandasnya.

 

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler