fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Songsong Liburan Akhir Tahun, Pelaku Wisata dan Pemilik Rumah Makan Diminta Hindari Nuthuk Harga

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Berbagai persiapan menjelang libur panjang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2019 terus dilakukan. Pada momen ini, obyek wisata di Gunungkidul yang tengah booming diperkirakan akan diserbu oleh wisatawan. Menyongsong kedatangan gelombang puluhan hingga ratusan ribu wisatawan akhir tahun itu, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menghimbau bagi para pelaku wisata berperilaku baik dan profesional. Himbauan ini diberikan agar pelayanan baik di obyek wisata maupun pelayanan di rumah makan bisa tertata dengan baik sehingga tidak mencoreng citra pariwisata Gunungkidul.

Bupati Gunungkidul, Badingah mengungkapkan jika jajarannya terus berupaya melakukan promosi dengan harapan pengunjung yang berwisata di Gunungkidul terus mengalami peningkatan. Di Gunungkidul sendiri terdapat segudang destinasi yang patut dikunjungi dengan daya tariknya masing-masing.

“Kita kan punya 72 kilometer garis pantai dengan daya tarik pasir putih. Belum lagi ratusan goa dan destinasi tirta ataupun pegunungan lainnya,” kata Bupati Gunungkidul, ditemui usai menghadiri sebuah acara, Senin (17/12/2018).

Potensi yang dimiliki tentu harus digali dengan baik. Pelayanan yang profesional juga sangatlah dibutuhkan sehingga memberikan kesan tersendiri dan memuaskan bagi kalangan wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul. Pihaknya juga telah mengkomandokan dari masing-masing OPD untuk dapat memberikan pelayanan, tidak hanya para pelaku wisata yang secara langsung bertatap muka dengan wisatawan.

Sementara itu ditemui secara terpisah, Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi juga mengutarakan hal yang senada. Dirinya menghimbau bagi para pelaku wisata khususnya mereka yang berada di lapangan harus bersikap profesional dnegan mengedepankan beberapa aspek dan sudut. Berbagai pertimbangan juga harus dipikirkan dengan matang-matang.

“Tolong bagi yang berada di lapangan dipersiapkan betul. Perlu dikoordinasikan, jangan sampai ada istilah nuthuk harga kepada wisatawan. Mengacu pada sapta pesona saja jangan yang lain,” kata Immawan Wahyudi saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurutnya, perilaku nuthuk harga bagi wisatawan sangatlah perlu digaris bawahi dan diterapkan oleh para pedagang. Paling tidak pada daftar menu disetiap warung makan juga diikut sertakan daftar harga sehingga para wisatawan paham mengenai harga makanan yang dijual oleh pedagang.

“Buka pandangan lah, jangan sampai ada lagi keluhan wisatawan di media sosial yang intinya tidak puas dengan pelayanan. Kejadian seperti ini yang terjadi beberapa waktu lalu jangan sampai terulang kembali,” terang dia.

Selain itu ia juga menekankan pada pelaku wisata untuk melayani wisatawan yang terbaik. sehingga terdapat kesan tersendiri yang dirasa oleh para wisatawan. Kesan yang dimaksud yakni kesan yang menyenangkan, bukan kesan yang negatif dan justru membuat tidak ingin berkunjung ke obyek wisata lain.

Immawan juga berpesan kepada wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul untuk menyayangi lingkungan obyek wisata. Jangan sampai dengan membludaknya wisatawan justru membuat kerusakan pada aset yang dimiliki. Misalnya saja melakukan coret-coret di tempat umum atau obyek wisata misalnya goa atau bebatuan.

“Mari menjaga lingkungan yang kita singgahi. Mudah kok dengan tidak menebar sampah plastik atau sampah lainnta maupun meninggalkan jejak (coret-coret),” imbuh dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler