Connect with us

Sosial

Deklarasi Revolusi Mental, Puluhan Warga Gedangsari Ramai-ramai Mundur Dari PKH

Diterbitkan

pada

Gedangsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Puluhan warga Kecamatan Gedangsari mengundurkan diri sebagai penerima bantuan pemerintah mulai dari PKH hingga jenis bantuan lain. Hal ini dilakukan lantaran masyarakat tersebut mulai menyadari mengenai kondisi mereka saat ini yang telah masuk dalam kategori mandiri. Di samping itu, kalangan masyarakat ini juga merasa malu jika menerima bantuan yang selayaknya diterima oleh keluarga yang benar-benar membutuhkan. Diharapkan dengan pengunduran diri mereka ini, nantinya jatah bantuan yang sebelumnya mereka terima bisa diarahkan kepada masyarakat lainnya yang dinilai lebih membutuhkan.

Seperti yang diungkapkan oleh Hartini, warga Padukuhan Bulu, Desa Hargomulyo Selasa (06/08/2019) pagi tadi. Beberapa waktu lalu ia memang termasuk salah satu warga yang mendapatkan bantuan program keluarga harapan (PKH) dari pemerintah. Diakuinya, pada masa lalu, kondisinya yang masuk dalam kategori keluarga prasejahtera. Namun kemudian, seiring waktu berjalan dan adanya beberapa program pendampingan, ia berhasil memiliki usaha membuat keripik talas sebagai bahan dagangan.

Dari situ, perekonomian keluarga Hartini mulai membaik. Bahkan ia juga mengembangkan usahanya dengan membuka warung di sekitar Polsek Gedangsari. Dengan penghasilan semakin meningkat, beberapa kebutuhan dapat terpenuhi dengan baik dan hampir setiap hari makanan yang dimasak juga bergizi tinggi. Lambat laun, ia menyadari jika bantuan yang diterima dari pemerintah sudah tidak pantas dia dapatkan lagi.

Berita Lainnya  Sebut Tak Picu Kerumunan, Pemkab Tetap Lanjutkan Tahapan Pemilihan Lurah

“Tidak ada paksaan atau apapun, saya mengundurkan diri dari peserta penerima bantuan. Saya justru merasa malu, wong setiap hari yang saya olah jenis makanan bergizi tinggi seperti ikan mosok iya saya masih dapat bantuan,” kata Hartini.

Keinginan untuk lepas dari bantuan pemerintah ini semakin kuat saat ia mendapatkan arahan dari petugas PKH jika warga yang sekiranya mampu dan masuk dalam kategori mandiri sebaiknya mengundurkan diri dari bantuan yang selama ini didapat. Beberapa kali masukan diperoleh membuat ia semakin memantapkan diri.

“Saya rasa saya sudah mampu untuk mencukupi kebutuhan keluarga dari hasil dagang dan suami bekerja. Di luar sana banyak yang tidak seberuntung saya. Bahkan ada keluarga yang benar-benar membutuhkan tapi tidak dapat bantuan,” imbuh dia.

Sementara itu, Camat Gedangsari, Martono Imam mengungkapkan dalam Deklarasi Revolusi Mental yang digagas oleh masyarakat dan pemerintah ini, sedikitnya terdapat 80 warga Gedangsari yang semula sebagai anggota penerima bantuan (PKH) mengundurkan diri. Ada perjalanan yang cukup panjang dilalui oleh pemerintah dan petugas hingga akhirnya perlahan masyarakat memahami kondisi mereka.

“Pendampingan dan arahan terus kami lakukan. Butuh waktu yang tidak sebentar memang agar masyarakat penerima bantuan menyadari hal ini,” ungkap Martono.

Deklarasi Revolusi Mental sendiri digagas untuk mengubah pola pikir masyarakat. Di mana jangan sampai kemudian mengandalkan bantuan melainkan dapat bergerak dengan sendirinya. Terlebih mereka yang telah serba kecukupan dan masuk dalam kategori mandiri atau sejahtera tapi justru menunjukkan seolah miskin untuk mendapatkan bantuan. Masyarakat harus menyadari konsep dan perkembangan jaman yang semakin menuntut untuk berpikir panjang.

Berita Lainnya  Panik Kepergok Warga Saat Curi Murai Batu, Motor Maling Apes Ketinggalan di Rumah Korbannya

“Dalam hal ini mentallah yang harus diubah. Ini hanya gerakan kecil saja saya kira, masyarakat juga harus siap dengan perkembangan jaman dan mengetahui kemampuan perekonomian mereka bagaimana,” tambahnya.

Ia menambahkan, sebagian data penerima PKH saat ini diketahui salah. Pasalnya ada beberapa yang sebenarnya orang mampu memiliki rumah bagus, kendaraan banyak dan perhiasan yang tak sedikit tapi tetap menerima bantuan. Itulah yang menurut Imam harus diubah dan disadari bersama. Meski terdapat komponen misalnya saja lansia atau anak sekolah harusnya jika mampu tidak perlu mengandalkan bantuan pemerintah.

“Pro dan kontra itu pasti ada. Tidak sedikit memang yang melakukan penolakan meski mereka mampu. Tapi saya optimis perlahan jika arahan dan pendampingan terus diberikan meraka akan pengubah cara pandang mereka,” papar dia.

Paling tidak 3 bulan ke depan, pihaknya menargetkan akan ada kembali penerima PKH yang sebenarnya masuk kategori mandiri kemudian melepaskan dari peserta bantuan. Tak hanya itu, diharapkan desa-desa di Gedangsari pun juga melakukan hal serupa.

Berita Lainnya  Imbas Corona, Terhentinya Proyek-proyek Pemerintah dan Perusahaan Jasa Konstruksi Yang Terancam Gulung Tikar

Bupati Gunungkidul, Badingah pada kesempatan ini sangatlah mengapresiasi langkah sebagian masyarakat Gedangsari untuk melepaskan diri sebagai penerima bantuan. Langkah ini diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat di kecamatan-kecamatan lain yang sekiranya ekonomi yang sekiranya mampu kemudian dengan sadar diri mengundurkan diri dari penerima bantunan.

“Ini tentu menginspirasi, mudah-mudahan di kecamatan lain juga menerapkan hal serupa. Mengembalikan hak masyarakat yang kurang mampu,” tambah dia.

Nantinya dari pemerintah akan memproses kuota bantuan yang telah dikembalikan tersebut. Selanjutnya keluarga yang sekiranya membutuhkan bantuan akan dimasukkan sebagai penerima bantuan. Badingah sendiri juga menyadari masih banyak warga Gunungkidul yang belum mendapatkan uluran tangan pemerintah ditengah himpitan permasalahan sosial dan ekonomi mereka.

“Menginjakkan kaki di Gedangsari ada banyak program inspiratif yang dilakukan masyarakat. Saya rasa sekarang masyarakat yang berada di zona utara ini mulai bangkit, dengan segala keterbatasan yang ada tapi sekarang sudah mulai bebenah. Dukungan pun tak pernah lepas kami berikan,” pungkas Bupati Gunungkidul.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Pantai gunungkidul Pantai gunungkidul
Pariwisata3 bulan yang lalu

Menikmati Pesona Baru Pantai Sepanjang yang Memikat Wisatawan Berkunjung ke Gunungkidul

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari,(pidjar.com)– Berbicara tentang pantai di Kabupaten Gunungkidul memang tidak ada habisnya. Pasalnya, daerah ini memiliki puluhan pantai dengan keindahan...

Berita Terpopuler