Pemerintahan
Subsidi 80% Untuk Asuransi Ternak, Klaim Capai 10 Juta Per Ekor
Wonosari (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Di Gunungkidul, ternak seakan sudah menjadi budaya masyarakat. Hewan ternak dianggap sebagai tabungan sekaligus juga mata pencaharian masyarakat. Tak heran apabila potensi peternakan di Gunungkidul sendiri sangat besar. Jumlah hewan ternak di Gunungkidul sendiri tergolong sangat besar lantaran hampir setiap masyarakat di pedesaan memiliki hewan ternak.
Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul terus mendorong masyarakat Gunungkidul untuk terus mengembangkan peternakan mandiri. Guna memotivasi serta melindungi para peternak khususnya sapi dari hal yang tak diinginkan, kini hewan ternak dapat diansurasikan melalui Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS). Dengan asuransi semacam ini, peternak bisa mengajukan klaim ganti rugi manakala terjadi sesuatu terhadap hewan ternaknya.
“AUTS untuk memastikan keberlanjutan usaha ternak sapi di masyarakat. Saat ini, kita juga memberikan subsidi sebesar 80% untuk pendaftarannya,” ujar Kepala DPP Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, Senin (05/07/2021) siang.
Menurut Bambang, berdasarkan pengalamannya, para peternak kerap dihadapkan pada permasalahan dan resiko usaha. Seperti serangan penyakit, pencurian hewan ternak, serta kematian yang tak terduga pada ternak yang bisa mengakibatkan kerugian. Melalui AUTS, akan memberikan ketentraman terhadap peternak sehingga dapat lebih fokus dalam mengelola usahanya.
“Melalui pertanggungan asuransi, peternak dapat kembali membeli hewan ternak saat ada risiko usaha, kehilangan maupun kematian, melalui klaim yang didapatkan,” imbuhnya.

AUTS di Gunungkidul sendiri telah berjalan sejak tahun 2018. Program ini dapat diikuti oleh peternak perseorangan maupun kelompok ternak. Pada tahun 2021 ini, Dinas Pertanian dan Pangan menargetkan ada realisasi sebesar 250 asuransi hewan ternak. Namun begitu, hingga saat ini, realisasinya baru mencapai 54 ekor. Pihaknya berharap ke depan, jumlah ini bisa bertambah secara signifikan mengingat segudang keuntungan yang didapatkan oleh para peternak.
“Antusiasme masyarakat terus kita tingkatkan. Hal ini sangat penting mengingat nominal asuransi yang cukup besar yaitu Rp. 10 juta per ekor,” beber Bambang.
Peternak turut dibantu oleh subsidi biaya pendaftaran sebesar 80% per ekor. Biaya pendafataran yang mestinya Rp. 200 ribu per ekor, setelah disubsidi, peternak hanya perlu membayar Rp. 40 ribu per ekor untuk durasi satu tahun.
“Biaya premi AUTS ini sangat terjangkau bagi peternak di Gunungkidul, sehingga peternak istilahnya nyicil ayem karena nilai gantinya yang cukup besar,” sambungnya.
“Persyaratannya cukup ringan. Hewan yang akan diasuransikan haruslah dalam keadaan sehat,” tutup dia. (Roni)
-
Uncategorized6 hari yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluGelombang Tinggi di Pesisir Gunungkidul, Rusak Perahu Nelayan Hingga Warung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
