Connect with us

Pemerintahan

Sudah 2 Tahun Ini Asuransi Pertanian di Gunungkidul Tak Ada Peminat

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Untuk melindungi petani dari gagal panen, sejak tahun 2018 lalu pemerintah telah mengeluarkan program asuransi usaha tani padi. Program ini berfungsi jika nantinya terjadi gagal panen, petani yang mendaftarkan lahan pertaniannya akan mendapatkan pembayaran dari pemerintah. Di Gunungkidul sendiri, partisipasi masyarakat pada program ini masih sangat minim. Setiap tahunnya sejak mulai diluncurkan, peminat asuransi pertanian selalu mengalami penurunan. Bahkan sejak 2 tahun terakhir ini, tak ada lahan pertanian di Gunungkidul yang diasuransikan.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono, membenarkan perihal rendahnya minat petani untuk mendaftarkan diri mengikuti asuransi pertanian. Namun ia menyebut, ada perbedaan mendasar antara ketidakadaan peserta asuransi pertanian pada tahun 2020 dengan tahun 2021. Pada tahun 2021 ini, sebenarnya sempat ada sejumlah kelompok tani yang ingin mendaftarkan diri dalam program tersebut. Namun dikarenakan kuota nasional dari program tersebut sudah habis, maka para petani yang mendaftar tidak dapat mengikuti program tersebut.

Berita Lainnya  Galaunya Para Staf Desa Statusnya Dihapus Dari Posisi Perangkat Pemerintahan

“Kuota nasional program ini sudah habis per Juni 2021, jadi kelompok petani yang mendaftar tidak bisa masuk,” ucap Raharjo, Rabu (24/11/2021).

Ia mencontohkan, Gapoktan Sido Rahayu sempat ingin mendaftarkan 10 hektare sawahnya. Namun kemudian tidak bisa diproses lantaran kuota nasional sudah habis. Selain itu juga ada Gapoktan Sidomuncul yang juga akan mendaftarkan 10 hektare lahannya, namun tidak bisa didaftarkan. Program tersebut akan dibuka kembali pada tahun 2022 depan dan masa tanam berikutnya.

“Tidak bisa didaftarkan karena kuota nasional yang bersubsidi sudah habis,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, untuk kuota nasional program tersebut yang habis ialah yang bersubsidi. Untuk bisa mengakses program asuransi pertanian, kelompok petani masih bisa mendaftarkan sawahnya melalui jalur non-subsidi. Namun memang ada perbedaan biaya yang cukup signifikan diantara kedua program tersebut. Biaya premi program yang bersubidi hanya Rp. 36 ribu per hektar. Sedangkan yang non-subsidi petani harus membayar Rp. 180 ribu per hektare.

Berita Lainnya  Viralnya Video Asusila Berbuntut Panjang, Pelajar Diusulkan Dilarang Bawa HP ke Sekolah

“Kecuali kalau mau yang mandiri tanpa subsidi dari kementan itu masih bisa mendaftar. Tapi memang biayanya berbeda,” terang Raharjo.

Pendaftaran sawah yang diasuransikan sejak tahun 2018 di Gunungkidul sendiri terus mengalami penurunan. Misalnya pada tahun 2018, terdapat 300 hektare sawah yang didaftarkan. Namun kemudian turun pada tahun 2019 hingga hanya menjadi 150 hektare. Sedangkan pada tahun 2020 lalu, bahkan tidak ada petani yang mendaftarkan sawahnya. Hal yang sama juga terjadi pada tahun 2021 ini.

Dengan tidak adanya petani yang masuk ke dalam program ini, maka skala resiko bagi petani sendiri cukup besar. Apalagi dalam menyikapi cuaca saat ini yang cukup ekstrim. Untuk menghindari gagal panen akibat dampak cuaca ekstrem, pihaknya juga telah menghimbau kepada petani agar selalu memperhatikan jalur aliran air di sawahnya agar lancar dan tidak sampai menggenang di lahan.

Berita Lainnya  Hanya Dalam 2 Hari Terakhir, 9 Sapi Mati Mendadak

“Sudah kita informasikan sejak awal bahwa musim hujan kali ini ada potensi curah hujan tinggi sejak September lalu,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis2 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler