Pemerintahan
Sudah Dapat Bantuan Lainnya, Belasan Penerima BLT Kalurahan Genjahan Mundur Massal
Ponjong, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Belasan warga Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kalurahan Genjahan, Kapanewon Ponjong, mengundurkan diri massal. Mereka memilih untuk tidak menerima BLT yang seharusnya sudah menjadi hak mereka. Kejadian tersebut terjadi ketika penerimaan BLT bulan ke sepuluh pada Rabu (27/10/2021) kemarin yang bertempat di Balai Kalurahan Genjahan. Total, ada belasan KPM yang memilih untuk mundur dari penerimaan bantuan tersebut.
Kamituwo Kalurahan Genjahan, Anggit Prabowo, saat ditemui, membenarkan adanya sejumlah warga KPM di kalurahannya yang mengundurkan diri secara masal. Dalam catatannya, warga KPM yang mengundurkan diri berjumlah 14 orang. Ia mengungkapkan, pengunduran diri itu dilakukan secara sadar lantaran warga KPM tersebut sudah menerima bantuan pemerintah yang lain. Ia menambahkan jika pemberian BLT tahun 2021 di Kalurahan Genjahan sudah ke sepuluh kali sejak bulan Januari 2021 lalu.
“Jadi yang dimaksud warga yang menolak dan kemudian mundur itu karena mereka sudah mendapat bantuan yang lain, bukan karena apa-apa. Bisa bantuan dari Prakerja atau BPUM, atau bantuan pemerintah yang lain,” beber Anggit, Kamis (28/10/2021).
Anggit menambahkan, jika penerima KPM BLT menerima bantuan dari pemerintah yang lain, maka KPM tersebut tidak diperkenankan untuk menerima BLT. Hal tersebut agar tak mendapatkan dobel bantuan. Sehingga kemudian bantuan yang ada itu, dapat diberikan kepada warga yang lain pada periode berikutnya.
“Kalau ada doble begitu bisa ketahuan di sistem dan jadi temuan,” sambungnya.
Lebih lanjut, Anggit menyampaikan, skema pendataan KPM di Kalurahan Genjahan selalu diperbarui setiap empat bulan sekali. Dalam periode Januari hingga April, terdapat 92 KPM. Sementara pada periode Mei hingga Agustus terdapat 73 KPM, dan periode September hingga Desember terdapat 75 KPM.
“Pengunduran diri KPM sebelumnya sering terjadi ya, tidak cuma kemarin saja. Ya karena tidak boleh ada dobel bantuan,” ujar Anggit.
Sementara itu, Carik Kalurahan Genjahan, Eka Fitriyanti, menambahkan, BLT sudah dilakukan tahun lalu sejak adanya pandemi sebagai bantuan kepada masyarakat yang berasal dari dana desa. Setiap KPM akan memperoleh bantuan uang sebesar Rp. 300 ribu per bulan. Ia tak menampik jika kemarin sejumlah 14 warga KPM mengundurkan diri secara massal lantaran sudah menerima bantuan yang lain.
“Yang mengundurkan diri itu sudah menerima satu bulan, karena dapat bantuan yang lain maka tidak boleh menerima BLT,” beber dia.
Uang bantuan yang dikembalikan ke Kalurahan tersebut akan masuk dalam SILPA yang akan masuk dalam anggaran BLT tahun depan. Dia memaparkan bahwa ke depan, alokasi tersebut bisa diberikan kepada warga lainnya.
“Kalau dari pemerintah, kita diminta untuk menganggarkan BLT hingga tahun 2023 mendatang,” tutup Eka.
-
Uncategorized2 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized7 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial3 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
