Connect with us

Sosial

Sukses Hasilkan Ratusan Ton Padi Sehat, Program DEM Budidaya Tanaman Sehat Diperluas

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Peningkatan produksi tanaman pangan terus digagas oleh pemerintah pusat guna menggenjot hasil produksi dari petani. Berbagai program dan pola penanaman baru juga mulai diterapkan oleh para petani dengan pendampingan dari petugas. Salah satu yang saat ini tengah dikembangkan yakni DEM Budidaya Tanaman Sehat. Metode ini memang belum lama diterapkan di Gunungkidul namun diyakini akan meningkatkan produksi tanaman padi di Bumi Handayani. Setelah sebelumnya ada dua desa menjadi daerah percobaan, rencananya dari Dinas Pertanian DIY akan memperluas jangkauan penerapan DEM Budidaya Tanaman Sehat.

Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Supomo mengungkapkan, saat ini Gunungkidul memiliki 2 desa yang telah menerapkan program dari pemerintah ini. Dalam proses uji coba, dinilai oleh jajarannya sebagai program yang berhasil. Seperti misalnya dari Desa Ponjong, Kecamatan Ponjong. Satu hektar lahan di sana berhasil menghasilkan 6 ton padi sehat. Adapun di kecamatan Ponjong, ada 50 hektare lahan yang dimanfaatkan petani dalam mengembangkan DEM Budidaya Tanaman sehat. Sehingga beberapa waktu lalu di Ponjong, hasilnya bisa mencapai ratusan hektar.

Berita Lainnya  Razia Gabungan, Satpol PP dan Bea Cukai Sita Ribuan Rokok Ilegal

“Untuk Desa Karangmojo sendiri belum panen. Maasih menunggu musim hujan,” kata Supomo, Selasa (08/10/2019).

Adapun meski musim kemarau seperti ini, 50 hektare lahan pertanian di Desa Karangmojo, Kecamatan Karangmojo tetap teraliri air dengan baik. Saluran pengairan pun dioptimalkan bahkan untuk lebih baik lagi sedang dalam proses perbaikan pula.

Untuk program DEM Budidaya Tanaman Sehat, petani diminta untuk menanam padi jenis Inpari 30 dan Situbagendit. Tanaman ini dianggap memiliki keunggulan sendiri. Dalam proses penggarapan lahannya hingga proses perawatan tanaman jenis ini pun berbeda. Di mana segala sesuatu yang digunakan adalah bahan-bahan organik, sehingga nantinya produk yang dihasilkan tidak mengandung bahan kimia.

“Lebih sehat dikonsumsi dan perawatannya pun lebih mudah,” ucap dia.

Rencananya selain 2 desa ini yang sedang menjadi uji coba, tahun depan pemerintah akan mengembambangkan lagi di 2 kawasan. Yakni di Desa Putat, Kecamatan Patuk dan Desa Sumbergiri, Kecamatan Ponjong. Dua desa ini dianggap mampu mengembangkan DEM Budidaya tanaman sehat lantaran pengairannya yang lancar.

Berita Lainnya  Tingkatkan Kualitas Keluarga, Padukuhan Ngalang Ombo Ditetapkan Sebagai Kampung KB

“Untuk kebutuhan air memang harus lancar. Ini juga bisa jadi sebuah solusi bagi para petani Gunungkidul untuk meningkatkan produksi dan keragaman varietas padi yang dihasilkan,” imbuh dia.

Mengingat pentingnya air dalam program ini, untuk pengairan di sejumlah lahan yang nantinya akan menerapkan program ini tengah dilakukan peningkatan kapasitas dan kualitas. Selain lebih sehat juga biaya dalam produksi pun dapat lebih ditekan oleh petani. Sehingga tidak ada beban berat yang dihadapi, dan petani lebih merasa puas hasilnya berlimpah, sehat dan tidak keluar biaya yang banyak.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler