fbpx
Connect with us

bisnis

Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname

Published

on

Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 157
Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 158 Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 159 Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 160 Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 161 Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 162 Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 163 Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 164 Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 165 Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 166 Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 167 Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 168 Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 169 Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 171 Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 172 Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 173 Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 174

Tepus,(pidjar.com)–Sejak tahun 1998 lalu Unit Kerja Budidaya Air Laut Sundak yang tepatnya berada di Padukuhan Ngasem, Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus mulai mengembangkan budidaya ikan bandeng yang merupakan sektor perikanan air payau. Unit ini merupakan bentukan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY untuk membudidayakan bandeng namun seiring waktu penjualannya dan pemasaran tidak begitu banyak. Sehingga pengelola mulai beralih membudidayakan komoditas lain.

Staf Pengelola Unit Kerja Budidaya Air Laut Sundak, Arga mengungkapkan proses budidaya bandeng membutuhkan waktu maksimal 4 bulan hingga ikan siap panen dan dipasarkan. Mulai dari pembenihan, pemijahan, dan perawatan. Dibutuhkan 30 indukan dalam proses pemijahan dengan rasio indukan jantan dan betina 1:1. Setelah telur diambil, telur-telur ditetaskan dan dipindah ke bak perawatan larva hingga 30hari.

“Waktu setelah pembenihan itu nanti bisa menghasilkan puluhan ribu telur. Tapi karna indukan yang kita punya sudah tua umurnya sekitar 14 tahun, jadi banyak telur2 yang menetasnya cacat dan gak layak jual” tutur Arga, Senin (16/11/2020).

Di masa perawatannya, bandeng diberi pakan dengan intensitas 3x sehari dan segala macam pemberian vitamin dan obat. Dalam sekali panen dapat menghasilkan sepuluh hingga tiga puluh ribu benih ikan bandeng.

Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 175 Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 176 Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 170

Untuk bandeng konsumsi dijual dengan harga Rp 20.000/kg. Jika dijual sebagai benih untuk ukuran 2-8 cm dibandrol dengan harga kisaran 70 hingga 200 rupiah per ekor.

Walaupun unit ini merupakan satu-satunya yang membudidayakan ikan bandeng di Kabupaten Gunungkidul, pihak pengelola masih sulit untuk melakukan pemasaran bandeng sebagai ikan konsumsi.

Sehingga untuk mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diberikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan, unit kerja harus memasarkan hasil panen ke daerah Bantul, Kulonprogo, dan Purworejo.

“Kalau di daerah Gunungkidul biasanya pada cari bandeng untuk umpan mancing. Karna Gunungkidul kan daerah pariwisata jadi mereka menganggap ‘ke tempat wisata kok makannya bandeng, di pasar kan banyak’ gitu” ujar Arga.

Ia menjelaskan bahwa ikan bandeng menjadi komoditas yang cukup rendah di kabupaten Gunungkidul terutama di kawasan wisata. Solusi pemecahan dari masalah tersebut, pengelola terpaksa memasarkan bandeng dalam bentuk benih ke berbagai tambak yang ada di luar daerah seperti Bantul, Kulonprogo, dan Purworejo.

“Kalau di Kulonprogo itu fokus ke bandeng, di Bantul juga ada tapi bukan yang utama. Kalau pasar-pasar yang ada di sini justru ambil bandeng dari luar DIY” terangnya.

Kesulitan tersebut juga mengakibatkan banyak pertimbangan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan DIY untuk tetap mempertahankan atau mengganti aset daerah ke komoditas lain yang lebih mudah dalam pencapaian target PAD.

“Indukan ini sudah tua jadi sudah kurang produktif, pemasaran di Gunungkidul juga susah. Kami sebagai pengelola cuma nunggu keputusan dari dinas mau dipertahankan atau diganti yang lain. Tapi kami juga masih terus melakukan perawatan peralatan” ucap dia.

Sehingga untuk membantu pencapaian target PAD dalam satu tahun ini, unit kerja sedang mengembangkan teknologi budidaya udang vaname (Litopenaeus Vannamei) atau biasa disebut udang putih Pasifik menggunakan media terpal. Pemasaran yang dekat dan cepat membuat vaname juga lebih menguntungkan.

“Kalau istilah orang bisnis itu cepat balik modal. Tapi semoga bandeng ini bisa bertahan dan kesadaran masyarakat akan keberadaan ini meningkat” tandas Arga. (DINA KAMILA)

Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 178 Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 179 Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 180 Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 181 Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 182 Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 183 Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 184 Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 185 Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 186 Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 187 Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 188 Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 189 Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 190 Sulit Pasarkan Produknya, Unit Budidaya Bandeng Sundak Beralih Kembangkan Udang Vaname 191

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler