Pendidikan
Tak Ada Lagi Kuota Khusus, Calon Siswa Baru Pemegang Surat Miskin Kini Harus Bersekolah Sesuai Zonasi
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul tidak mengeluarkan kebijakan terkait dengan kuota siswa pemilik Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) saat pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP pada tahun ajaran 2019/2020 ini. Jika tahun sebelumnya terdapat kuota untuk siswa pemilik SKTM dapat menempuh jalur khusus, saat ini Disdikpora memutuskan agar siswa pemilik SKTM tersebut untuk bersekolah sesuai dengan zonasi saja.
“Siswa mau daftar cukup di zonasi saja, itu sudah aman tidak perlu melihat itu mampu atau tidak,” kata Kepala Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rosyid, Kamis (16/05/2019).
Lebih lanjut ia mengatakan, dengan adanya keputusan ini, bagi siswa dari KK miskin ia harapkan untuk tidak perlu mendaftar ke sekolah di luar zonasi yang ditetapkan. Hal ini menurutnya dapat lebih menghemat biaya pendidikan bagi siswa kurang mampu tersebut.
“Selain jalur prestasi dan jalur perpindahan orang tua yang artinya ialah domisili orang tua, jalur pendaftaran siswa baru tidak akan ada tambahan kuota lain, termasuk untuk siswa itu tidak mampu kan lebih hemat kalau sekolahnya dekat,” lanjutnya.
Dengan ditetapkan kuota tersebut, ia mengimbau kepada masyarakat yang anaknya akan bersekolah ke jenjang SMP tidak perlu khawatir. Ia memastikan semua siswa akan kebagian sekolah.

“Siswa yang akan lulus SD/MI tahun ini ada 9.582 siswa sementara daya tampung untuk SMP 10.700 siswa. Itupun belum yang MTS dan sekolahan swasta yang kuotanya ada seribu lebih,” kata dia.
Sementara itu, teknis zonasi terkait untuk PPDB SMA maupun SMK hingga saat ini belum terdapat informasi secara terperinci. Kepala Pendidikan Menengah Kabupaten Gunungkidul, Sangkin mengatakan, hingga saat ini juknis PPDB untuk SMA dan SMK masih dalam tahapan persetujuan dari Kepala Disdikpora DIY. Pihaknya masih menunggu kebijakan dari Dinas untuk kemudian disosialisasikan dan diterapkan pada PPDB tahun ajaran ini.
“Yang jelas masih jalur zonasi jalur prestasi jalur perpindahan tugas orang tua, untuk lebih detailnya seperti apa kami menunggu juknis dari atasan,” tandasnya. (Ulfah Nurul Azizah)
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized5 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized6 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized6 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
