fbpx
Connect with us

Peristiwa

Untuk Kesekian Kalinya, Ternak Sapi Milik Warga Grogol Lagi-lagi Ditemukan Mati Mendadak

Diterbitkan

pada tanggal

Karangmojo,(pidjar.com)–Kejadian meninggalnya hewan ternak secara mendadak di Desa Bejiharjo terus terjadi. Kali ini, kejadian ini menimpa sapi milik Jumiyo, warga Padukuhan Grogol RT 03 RW 04, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo. Kematian ternak tersebut kembali menjadi kekhawatiran tersendiri lantaran diketahui pada kematian sapi sebelumnya positif anthraks. Petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul kembali mengirimkan sampel ternak tersebut ke BBVET Wates guna mengetahui penyebab pasti kematian sapi tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun, sapi warna coklat itu menjadi perhatian keluarga Jumiyo karena mengalami penurunan nafsu makan sejak Rabu (26/06/2019) kemarin. Pada Kamis (27/06/2019) pagi tadi, istri Jumiyo, Partini kembali melakukan pengecekan terhadap hewan tersebut di kandangnya.

Namun sesampainya di kandang, Partini justru mendapati sapinya sudah tergeletak lemas. Ketika dicek, sapi itu sudah dalam kondisi tak bernyawa. Atas kejadian tersebut, keluarga Jumiyo langsung menghubungi perangkat desa setempat untuk melaporkan kematian sapi miliknya.

Kepala DPP Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto membenarkan adanya kematian ternak sapi yang kembali terjadi tersebut. Menurutnya, kematian ternak milik Jumiyo tersebut sudah terjadi yang ke dua kalinya setelah 29 April lalu, Jumiyo juga kehilangan ternaknya.

Berita Lainnya  Puting Beliung Mengamuk di Playen, Rumah Gunadi Rusak Tertimpa 5 Pohon Sekaligus

“Yang pertama dulu diketahui positif antraks,” kata Bambang.

Petugas memeriksa bangkai sapi yang diketahui mati mendadak

Ternak yang mati tersebut kemudian disarankan untuk dikubur di dalam tanah. Pemilik ternak itu pun mematuhi apa yang dianjurkan oleh DPP Gunungkidul. Petugas menyeret bangkai tersebut dengan tambang untuk kemudian dikubur.

“Kita juga ambil sampel untuk dikirim ke laboratorium untuk diketahui hasilnya. Apa penyebabnya saat ini belum diketahui,” ujar Bambang.

Saat ini, pihaknya juga terus melakukan upaya pencegahan terkait penyebaran penyakit anthrax ini. Penyuntikan vaksin dilakukan kepada ribuan ternak yang ada di Gunungkidul. Penyuntikan sendiri akan dilakukan di wilayah-wilayah yang berada di zona merah anthraks. Pihaknya membagi zona tersebut menjadi dua bagian.

Berita Lainnya  Anggaran Pilkada 2020 Disinyalir Capai 34.9 Miliar

“Di zona merah ada 389 ekor sapi, 928 kambing, 10 domba. Ternak-ternak tersebut berada di Padukuhan Grogol I, Grogol II, Grogol III, Grogol IV, Grogol V Desa Bejiharjo, Padukuhan Kajar 3, Padukuhan Tawarsari Desa Karangtengah,” terang dia.

“Untuk zona kuning, yakni di Padukuhan Grogol II, Gunungsari, Banyubening I, Banyubening II, Kulwo Desa Bejiharjo. Kedung I, Kedung II, Desa Karang Tengah, Budegan I, Budegan II, Desa Piyamam dan Selang II, Desa Selang. Total ternak sapi ada 839, ternak kambing 1.852 dan 30 ekor domba,” imbuh Bambang.

Bambang menjelaskan, Gunungkidul sendiri menadapat jatah 5.000 dosis dari Kementrian Pertanian. Dari jumlah tersebut diperkirakan sedikitnya ada 10.000 ternak yang bisa mendapatkan vaksin.

“Satu dosis itu bisa untuk dua ternak. Jadi kalau ada 5.000 dosis bisa untuk 10.000 ternak,” pungkasnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler