Connect with us

Sosial

Tak Hanya Peternakan Ayam, Mayoritas Usaha Pariwisata di Pacarejo Ternyata Tak Berizin

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Polemik permasalahan yang bermula dari dipersoalkannya izin perusahaan peternakan ayam, PT Widodo Makmur Unggas (WMU) terus bergulir. Sejumlah industri wisata di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu yang masuk dalam kawasan Geopark Gunung Sewu disinyalir belum mengajukan izin pendirian bangunan. Hal tersebut ke depan akan memicu gejolak lantaran dianggap ilegal.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Gunungkidul, Irawan Jatmiko membenarkan perihal belum berizinnya sejumlah bangunan milik industri pelaku wisata yang beroperasi di Desa Pacarejo. Namun demikian dirinya enggan membeberkan secara gamblang lokasi mana saja yang belum memiliki izin. Ia hanya menyebut bahwa sebagian besar industri wisata memang tak berizin.

“Memang kebanyakan dari pengelola wisata di sana (Desa Pacarejo) belum ada izinnya,” kata Irawan, Jumat (14/09/2018) kemarin.

Irawan mengimbau kepada pegiat industri wisata seperti para pemilik hotel dan penginapan agar segera mengurus perizin. Sebab bukan tidak mungkin nanti keberadaanya dianggap ilegal dan bisa ditutup sewaktu-waktu oleh pemerintah.

Berita Lainnya  Halau Suporter PSS dan PSIM Dari Gunungkidul Menuju Sleman, Jalan Jogja-Wonosari Dijaga Ketat Aparat

“Karena tidak berizin ya tidak menutup kemungkinan nanti akan ditutup,” imbuh dia.

Sama seperti permasalahan terkait PT WMU, dengan adaya perizinan ini, nantinya akan dapat diketahui bahwa keberadaan bangunan yang dimiliki pegiat wisata apakah akan berdampak buruk pada lingkungan sekitar, khususnya kelestarian kars Gunung Sewu yang telah diakui UNESCO sebagai Global Geopark.

“Sebenarnya tidak hanya di situ (Desa Pacarejo) saja, memang masih banyak yang belum berizin seperti hotel ataupun penginapan di pesisir,” ucapnya.

Sementara itu salah satu pegiat wisata di Desa Pacarejo yang merupakan pemilik Resor Jomblang, Cahyo Alkantana mengklaim bahwa pihaknya sudah mengantongi izin. Namun izin yang digunakan pengelola wisata seperti dirinya adalah izin pramuwisata.

Berita Lainnya  Berkunjung ke Desa Penari di Gunungkidul Yang Saat Ini Terancam Punah Lantaran Kurangnya Regenerasi

“Kalau untuk pengelolaan wisata gua itu baru digodok di Kementerian Pariwisata tetntang Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP). Tetapi kami sudah sepakat semua di Gunungkidul, bahwa prosesnya sudah lama maka ijin yang kami pakai adalah izin pramuwisata,” jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya telah beraudiensi dengan Bupati Gunungkidul, dengan kesepakatan menggunakan izin yang ada, yakni pramuwisata.

“Itu bukan cuma saya, seluruh Indonesia bahkan belum ada. Kenapa saya tahu, karena saya membidangi itu di kementerian (Pariwisata)” ujar Cahyo.

Meski menggunakan izin pramuwisata, Cahyo mengaku pihaknya memenuhi kewajiban yang ditetapkan pemerintah yakni membayar pajak.

“Sehingga kami ini tidak ilegal, kami bayar pajak, semua kewajiban dibayar dan kami juga dibimbing pemerintah kabupaten,” kata dia.

Ia yang beberapa waktu lalu mengkritisi pembangunan peternakan ayam kaitan dengan limbah menyatakan bahwa terkait limbah yang dihasilkan Resor Jomblang, ia mengklaim jumlahnya tidak besar. Menurutnya, wisatawan yang bertamu di tempatnya telah diimbau untuk meminimalisir sampah. Sisa air yang dipakai tamu digunakan untuk menyirami tanaman.

Berita Lainnya  Tunggak Pajak Hingga 9 Miliar, Gedung Megah Milik Pengusaha Disita KPP Pratama

“Selain itu juga sekarang karena fungsi kami telah berubah yang dulunya penginapan sekarang hanya pemandu wisatawan, jadi lama tinggal wisatawan hanya berkisar 3 jam,” katanya.

Dia menjelaskan resor yang awalnya berfungsi sebagai penginapan ini dihilangkan, lantaran lalat dari peternakan ayam ditakutkan membuat tamu kapok untuk datang.

“Jadinya kami yang ngalah dan tutup operasional penginapan dan fokus ke jasa tour guide,” ucapnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler