Pendidikan
Tak Seperti Sleman, Ponpes di Gunungkidul Sementara Aman dari Covid-19
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Setelah sebaran covid-19 terjadi di Pondok Pesantren di Sleman, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul memastikan 34 ponpes yang saat ini telah beroperasi sudah aman. Sejauh ini Kantor Kemenag Gunungkidul tidak mendapatkan laporan adanya santri yang sakit.
Kepala Kantor Kemenag Gunungkidul, Arif Gunadi mengatakan seluruh ponpes masih menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Pihaknya juga rutin melakukan inspeksi mendadak untuk melihat kedisiplinan pesantren dalam memenuhi protokol kesehatan.
“Terakhir kami melakukan sidak Al I’anah di Playen dan Darul Quran di Wonosari, keduanya sangat ketat dan disiplin,” jelas Arif, Kamis (01/10/2020).
Pengelola ponpes sejauh ini telah menerapkan protokol kesehatan ketat mulai dari pengaturan tempat tidur, antrian saat mandi, posisi makan, posisi santri saat belajar dan interaksi santri. Termasuk di dalamnya, interaksi santri dengan pihak luar pondok sangat dibatasi.
“Data yang kami terima ada 17 ribu santri di 34 ponpes di Gunungkidul, hanya 40% yang berasal dari luar daerah,” imbuh dia.

Pihak Kemenag juga meminta ponpes melakukan pelaporan secara berkala. Laporan ini diminta satu bulan satu kali. Kecuali untuk situasi darurat.
“Tentu kami turut prihatin dengan yang terjadi di Sleman, saya langsung koordinasi dengan Kepala Seksi Diniyah dan Ponpes Kemenag Gunungkidul, untuk menghubungi para pengelola ponpes,” papar dia.
Terpisah, Kepala Bagian Tata Usaha Ponpes Darul Quran Wal Irsyad Wonosari, Esti Wuriyani mengatakan pihaknya bahkan telah menyiapkan kamar isolasi bagi santri. Posisi kamar isolasi sendiri terpisah dari asrama putri.
“Santri yang memiliki sakit gejala apapun akan kami isolasi, jika gejalanya parah akan kami pulangkan,” jelas dia.
Kendati demikian, di pondok pesantren Darul Quran selama masa adaptasi kebiasaan baru ini, para santri hanya mengalami gejala gangguan pada kulit. Pihaknya memastikan bukan merupakan gejala covid19 seperti batuk ataupun demam.
“Sudah ada 1.035 santri yang berada di ponpes dan beraktivitas dengan protokol kesehatan ketat. Dari jumlah tersebut 70% dari luar daerah,” pungkas dia.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized5 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized7 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized6 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
