Connect with us

Pendidikan

SMKN 1 Tepus Menjadi Sekolah Pertama yang Lakukan Kegiatan Belajar Mengajar di Tengah Pandemi

Diterbitkan

pada

Tepus,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pembelajaran jarak jauh (PJJ) sudah dijalani oleh para siswa-siswi di Gunungkidul selama tujuh bulan. Waktu ini bukan waktu yang singkat bagi para insan pendidikan berkaitan dengan tercapainya kompetensi dasar. Khususnya bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berdiri untuk menyiapkan generasi siap kerja di industri.

Berangkat dari adanya SE Gubernur dan juga SK Kadisdikpora DIY yang memungkinkan kegiatan tatap muka apabila mendesak, akhirnya civitas SMK Negeri I Tepus membulatkan niat untuk melangsungkan tatap muka dengan para siswa. Tatap muka ini dikhususkan untuk kelas 12 yang mana sesuai dengan kalender pendidikan pada Februari mendatang sudah diadakan ujian produktif atau kejuruan.

Kepala Sekolah SMKN I Tepus, Muhammad Rokhis menjelaskan, kebutuhan pembelajaran produktif dengan alat praktik yang cukup mahal dan hanya ada di sekolah membuat pembelajaran jarak jauh pada pembelajaran produktif tidak memungkinkan. Ia sadar betul, masih banyak beban praktik yang harus dilakukan para siswa dan sifatnya cukup esensial.

Berita Lainnya  Ironi Guru Honorer di Tengah Gebyar Peringatan Hari Guru, Masih Diupah Tak Manusiawi

“Akhirnya begitu SE dan SK keluar, melihat Kapanewon Tepus sudah zona hijau, kami menyebar angket kepada 173 wali murid kelas 12 mengenai kerelaan putra-putri mereka untuk dilaksanakan pembelajaran tatap muka,” beber Rokhis, Kamis (01/10/2020).

Pihaknya lantas memperoleh hasil dimana 95% wali murid mengizinkan putra-putrinya melaksanakan pembelajaran produktif di sekolah. Bak dayung yang bersambut, pihaknya kemudian meminta izin kepada Polsek Tepus, Panewu Tepus serta Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kapanewon Tepus. Izin dari kapanewon tersebut kemudian disampaikan kepada Balai Pendidikan dan Menengah Gunungkidul.

“Pihak Polsek, Panewu dan Gugus Tugas melakukan kroscek, Kepala Balai Dikmen juga melakukan sidak, alhasil melihat kesiapan sekolah, kegiatan pembelajaran ini diizinkan,” jelas dia.

Izin tersebut kemudian digunakan dengan cukup hati-hati. Di setiap harinya, pembelajaran hanya berlangsung 3 hingga 3,5 jam saja. Di setiap jurusan hanya ada 10 hingga 12 siswa yang praktik produktif.

Berita Lainnya  Gandeng STPMD, IKAPI DIY Gelar Pesta Buku Jogja

“Ada tiga jurusan, kaki bagi jadi dua sift. Jadi per anak bisa ikut praktek dua kali dalam seminggu setiap jeda kami pastikan peralatan steril,” imbuh Rokhis.

Pembelajarannya pun diambilkan pada materi yang cukup esensial saja. Rokhis memberi contoh, misalnya untuk Teknik Kendaraan Ringan, hanya diberi pelajaran praktik tuneup.

“Ya itukan sangat urgent, mereka kami siapkan untuk menjadi pekerja, masa jurusan TKR ndak bisa tuneup,” ujar dia.

Protokol kesehatan pun ia perketat. Seperti pengukuran suhu tubuh siswa sebelum masuk ke lingkungan sekolah, menyediakan masker cadangan, sarana cuci tangan dan pihak satgas sekolah yang akan keliling untuk mendisiplinkan para siswa.

“Sampai kami pastikan kalau jam pelajaran berakhir para siswa benar-benar pulang. Artinya tidak mampir kemanapun, ini ikhtiar kami,” tandas dia.

Terpisah, Kepala Balai Dikmen Kabupaten Gunungkidul, Sangkin mengatakan, SE Gubernur dan SK Kepala Disdikpora DIY mengenai kebijakan pendidikan di masa transisi adaptasi kebiasaan baru memang merekomendasikan pengemabngan model blanded learning yang efektif mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Pihaknya kemudian memberi izin kepada SMK khususnya bagi siswa-siswi kelas 12 untuk kembali belajar produktif di sekolah.

Berita Lainnya  Grand Kangen Hotel Ajak Anak-anak Mewarnai

“Syaratnya harus ada izin ke kapanewon, satgas pengendali di sekolah, alat praktek harus steril, ada izin dari orangtua, jumlah siswa juga harus terbatas dan di sekitar sekolah sudah tidak ada kasus positif,” pungkas Sangkin.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata7 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler