Sosial
Tebangi Jati Aset Desa Jelang Masa Jabatan Berakhir, Kades Gombang Diprotes Warga
Ponjong, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Puluhan batang kayu jati berbagai ukuran di Padukuhan Gombang, Desa Gombang, Kecamatan Ponjong sudah tumbang. Kayu jati yang ditanam warga lewat program Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL) tahun 2004 ini diduga ditebangi atas perintah Kades Gombang, Sukiran Ahmad Syaifudin. Adapun pohon-pohon tersebut memang tumbuh di atas tanah lungguh sang kepala desa. Hal ini kemudian tak pelak memancing emosi sebagian masyarakat lantaran pohon itu sudah berdiri jauh sebelum Sukiran memangku jabatan Kepala Desa Gombang.
Menurut Purwo, sesepuh Padukuhan Gombang, pohon jati yang ditanam warga itu memang berdiri di atas lahan tanah lungguh kepala desa maupun tanah kas desa Gombang.
“Meski begitu sebelum dilakukan penebangan mestinya konsultasi dengan BPD Desa terlebih dahulu, pemanfaatannya untuk apa kemudian larinya ke mana? Lha ini tidak, tahu-tahu sejak kemarin seluruh pohon jati besar maupun kecil dibabat oleh Pak Kades. Maka tadi langsung saya berhentikan proses penebangan itu,” tegas Purwo dengan geram.
Lebih lanjut Purwo menuturkan, tanaman jati yang ada itu merupakan buah kerja keras kelompok Gerhan (Gerakan Kehutanan) yang berdiri sejak tahun 2004 silam. Jadi tidak tepat jika kemudian saat ini ditebang dengan kepentingan yang tidak jelas.
“Dahulu saya yang menjadi pimpinan Gerhan, namun saat ini sudah regenerasi kepengurusan dan dipimpin oleh Giyarto. Kalau mau ditebang, mestinya koordinasi dengan Gerhan dan perhitungannya 60% hasil penjualan kayu masuk ke kas Gerhan, 30% untuk Pak Kades selaku pemilik tanah lungguh dan 10% untuk kas desa. Itu sudah dilakukan sejak kepala desa sebelumnya yaa seperti itu,” tambahnya.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Kepala Desa Gombang, Sukiran Ahmad Syaifudin mengakui telah menebang puluhan batang pohon jati tersebut. Dia berdalih bahwa pada akhir Oktober 2019 dirinya akan habis masa jabatan sebagai kepala desa.
“Dan karena itu berdiri di atas lahan tanah lungguh kepala desa, maka saya beranggapan itu adalah hak saya untuk menebang. Dan itupun tidak benar saya babat habis, artinya yang kecil-kecil tidak ditebang. Hanya yang sudah lumayan besar dan layak pakai yang ditebang,” kelitnya.
Setelah sempat terhenti akibat protes warga, maka kemudian dilakukan perundingan dengan kelompok Gerhan Padukuhan Gombang. Dan akhirnya tercapai kesepakatan bagi hasil penjualan kayu jati sebesar 60% untuk Kades Gombang dan 40% untuk Kelompok Gerhan Padukuhan Gombang. Dalam hal ini Sukiran diharuskan membayar Rp 5.000.000,- kepada kelompok Gerhan padukuhan Gombang.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 hari yang laluDua Oknum Kejaksaan di Gunungkidul Diduga Terlibat Skandal Asusila
