Pemerintahan
Dugaan Papa Minta Jatah Dana BKK, Wakil Ketua DPRD Minta Aparat Hukum Masuk
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Polemik Bantuan Keuangan Khusus (BKK) yang diduga menjadi bancakan oknum anggota DPRD Gunungkidul mendapat tanggapan keras dari Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno. Politisi Nasdem tersebut bahkan secara tegas meminta aparat penegak hukum untuk masuk dan melakukan penyelidikan.
Suharno menandaskan, tugas anggota dewan adalah memperjuangkan usulan dari masyarakat. Jika kemudian usulan penganggaran dari anggota dewan bisa tembus dan menjadi program pemerintah, di situlah tugas anggota DPRD berakhir. Proses eksekusi untuk program BKK misalnya, biarkan hal tersebut menjadi ranah pemerintah desa yang mendapatkan bantuan. Menurutnya, jika sudah melakukan pembagian hal itu sudah menyimpang dari kewenangan yang ada.
“Dewan itu tugasnya hanya sekedar memperjuangan, bukan malah untuk membagi program yang sudah jadi. Apalagi dengan alasan jasa karena itu dia yang mengusulkan,” tandas Suharno, Selasa (07/01/2020).
Terlebih saat ini isu yang beredar, oknum dewan tersebut tidak hanya melakukan pembagian saja, namun juga telah meminta imbalan atau fee kepada rekanan. Modusnya, fee tersebut disebut sebagai pajak sebesar 10 persen bahkan ada yang lebih.
“Kalau ada anggota dewan yang melakukan intervensi kaitanya dengan BKK, sampai ikut mengerjakan bahkan meminta fee, jelas itu pelanggaran. Apalagi juga sampai membawa pemborong segala,” ketus Suharno.

Menurutnya, tindakan seperti itu selain mencoreng nama DPRD, juga merupakan tindakan melawan hukum. Sebagai pejabat publik, anggota DPRD dilarang untuk melakukan hal-hal semacam itu. Untuk itu terkait kasus ini, dirinya meminta agar aparat hukum segera terjun dan melakukan penelusuran secara menyeluruh.
“Kalau memang benar seperti itu harus dilaporkan. Karena sudah melanggar hukum,” imbuhnya.
Bukan tanpa alasan, menurut Suharno, tindakan oknum tersebut telah merugikan rakyat yang selama ini diwakilkan suaranya melalui kursi dewan. Tindakan ini sudah sama halnya dengan kejahatan korupsi yang harus diberantas.
“Saatnya kita berantas korupsi tanpa pandang bulu. Kalau sudah kaitanya dengan hukum, bukan kewenangan saya, biar aparat penegak hukum yang bertindak,” pungkas Suharno.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah kepala desa mengeluhkan perihal adanya intervensi dari kalangan anggota DPRD Gunungkidul terkait dengan anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) yang menyasar ke desa-desa. Para kepala desa sendiri merasa ketakutan untuk menerima dana BKK tersebut lantaran khawatir hal tersebut nantinya bisa berdampak hukum.
-
Uncategorized2 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 hari yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial4 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Peristiwa1 hari yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized6 hari yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized1 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 hari yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized3 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized4 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized3 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
