bisnis
Teladan, Pengusaha Kuliner Ini Nguyak-uyak Dinas Segera Pasang Tapping Box di Restorannya
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul saat ini mulai menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor Hotel dan Restoran. Meski tingkat kunjungan wisatawan ke Gunungkidul mencapai jutaan pengunjung tiap tahunnya, pendapatan dari kedua sektor ini masih cukup rendah. Bahkan bisa dibilang tak sebanding dengan perkembangan pariwisata maupun dunia kuliner di Gunungkidul.
Salah satu yang diterapkan oleh pemerintah untuk menggenjot PAD khususnya dari pajak restoran adalah dengan memasang alat rekam transaksi atau Taping Box di sejumlah restoran dan hotel. Saat ini, baru sebagian kecil rumah makan maupun restoran yang secara sadar memasang alat ini. Memang dengan pemasangan alat ini, nantinya konsumen akan dibebani dengan penambahan pajak sebesar 10% dari transaksi. Hal inilah yang kemudian membuat ada banyak pemilik restoran yang enggan melakukan pemasangan alat ini.
Salah satu restoran yang dengan sadar meminta pemasangan alat Tapping Box adalah Kalahari Resto. Bahkan menurut pemilik Kalahari Resto, Danang Ardianta, pihaknya sudah sejak beberapa waktu silam meminta agar segera ada pemasangan alat tersebut di restorannya.
“Saya memang nguyak-uyak dari dinas untuk pemasangan alat ini, ” beber Danang, Senin (27/12/2021).
Dengan pemasangan tapping box ini, ia ingin berkontribusi untuk meningkatkan pendapatan pajak hotel restoran di Gunungkidul. Menurutnya, hal ini menjadi sangat penting agar PAD Gunungkidul bisa naik secara signifikan. Selama ini, Kabupaten Gunungkidul sendiri memang masih sangat bergantung dengan transfer anggaran dari pusat. Sehingga kemudian, lantaran PAD masih minim, berdampak pada lambannya perkembangan tanah kelahirannya ini.

“Ya saya ingin memberi contoh saja, semoga pengusaha-pengusaha yang lain bisa ikut tergerak hatinya, ” tandas dia.
Berkaitan dengan nantinya cost konsumen yang berkunjung ke restorannya akan semakin mahal lantaran ada penambahan pembayaran pajak yang harus ditanggung, ia menyebut bahwa hal tersebut tak masalah. Penambahan beban ini dinilai tak akan terlalu besar dan memberatkan konsumen.
“Sekali lagi ini adalah dharma bakti untuk daerah, apalagi ini sistemnya langsung masuk kas negara. Tidak akan keberatan konsumen, ” lanjut dia.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanta mengungkapkan, selama 2 tahun terakhir sudah ada lebih dari 50 hotel dan restoran yang tersebar di sejumlah wilayah di Gunungkidul telah terpasang alat tersebut. Dalam hal ini, pemerintah nekerjasama dengan PT Bank BPD DIY dalam pengadaan alat tersebut.
“Hotel dan restoran di Gunungkidul sangat banyak, namun demikian belum semuanya melakukan pemasangan taping box,” terang Sri Suhartanta.
Pemasangan alat rekam transaksi di Kalahari Resto and Cafe yang belum genap setahun mewarnai jagad kuliner di Gunungkidul karena Kalahari dianggap sangat kooperatif sebagai wajib pajak. Di mana pihak resto mendahulukan kewajiban sebagai wajib pajak yakni dengan mengantongi Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD) bahkan sebelum resto tersebut beroperasi. Di samping itu tidak sampai setahun, resto bernuansa Bali ini telah terpasang tapping box dalam pemasangan tahap III ini.
“Terimakasih atas kesadaran yang luar biasa sebagai wajib pajak. Dan pemasangan tapping box ini merupakan tindak lanjut MOU antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Gubernur DIY dan Bupati /Walikota terkait supervisi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2019 lalu,” kata Sri Suhartanta, Kepala BKAD Gunungkidul dalam acara launching tapping box di Kalahari Resto dan Cafe.
Sri mengungkapkan, pihaknya terus berupaya melakukan pemasangan secara bertahap, sehingga nantinya diharapkan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor pajak.
Sementara itu, pimpinan PT. Bank BPD DIY cabang Wonosari, Arif Wijayanto yang turut menyaksikan launching pemasangan tapping box berharap, pelaku usaha di bidang restoran, rumah makan, warung makan juga hotel, penginapan dan sejenisnya di seluruh wilayah di Gunungkidul secara aktif ikut berperan dalam program ini dan melakukan kewajibannya sebagai warga negara salah satunya dalam membayarkan pajak.
“Saya harap beberapa resto atau hotel dan sejenisnya segera mengikuti jejak Kalahari resto dan cafe juga resto-resto juga hotel lainnya yang telah berkontribusi dalam mensukseskan program ini,” harapnya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized6 hari yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial3 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized2 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan2 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized4 hari yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragis, Lansia di Candirejo Ditemukan Meninggal Terbakar
-
Kriminal3 minggu yang laluPenipuan Program Koperasi Desa Merah Putih Terbongkar, Pelaku Minta Uang hingga Rp80 Juta ke Kalurahan
