fbpx
Connect with us

Peristiwa

Operasi Pasar Sasar Bahan Makanan Kebutuhan Hari Raya Oleh Petugas Gabungan, Bagaimana Hasilnya?

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Petugas gabungan yang terdiri dari pihak Kepolisian, Dinas Kesehatan, dan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) DIY kembali melakukan sidak bahan makanan dan camilan yang sering kali digunakan sebagai suguhan saat lebaran. Dua pasar besar yakni Pasar Argosari dan Pasar Playen serta supermarket yang berada di kawasan tersebut dilakukan pengecekan oleh petugas. Bedasarkan pengecekan dan pengujian yang dilakukan di tempat, hasilnya memang cukup menggembirakan lantaran bahan makanan yang beredar di Gunungkidul nihil temuan bahan makanan berbahaya.

Kasat Resnarkoba Polres Gunungkidul, AKP Tri Wibowo mengatakan, operasi dilakukan pada Jumat (31/05/2019) siang kemarin. Bersama dengan jajaran tim gabungan, pihaknya menyisir lokasi-lokasi yang menjadi sasaran pengecekan yaitu pusat-pusat perbelanjaan guna mengantisipasi peredaran makanan kedaluarsa, makanan mengandung zat berbahaya. Selain itu, sejumlah daging sapi dan ayam yang dijual oleh para pedagang juga mendapatkan pengecekan. Sampel sendiri diambil dari Pasar Wonosari, Pasar Playen dan sejumlah pertokoan lainnya.

“Kemarin ada daging, kemudian makanan kemasan dan beberapa bahan makanan lain yang kami lakukan pengecekan dan pengujian,” terang AKP Tri Wibowo, Sabtu (01/06/2019).

Menurut Tri, dari hasil pengecekan yang dilakukan, didapatkan kesimpulan bahwa bahan makanan yang beredar di Gunungkidul aman. Kualitas tahu, ayam, ikan yang dijual di pasaran telah diklaim baik, tidak ada yang dicampur, tiren ataupun menggunakan formalin sebagai pengawet. Pun demikian dengan indikasi adanya daging oplosan juga tidak ada.

Tak hanya daging segar yang dilakukan pengecekan mulai dari makanan yang warnanya terlihat mencolok pun tak luput dari sasaran petugas. Seperti misalnya bolu emprit, kolang kaling, agar-agar merah, cendol merah, rambak kulit, teri nasi dan beberapa lainnya juga telah dipastikan negatif rhodamin B, formalin dan zat-zat berbahaya lainnya. Pengujian sendiri dilakukan oleh petugas dari BBPOM dan hasilnya makanan dan bahan makanan yang dijual dalam kondisi aman.

“Untuk makanan kedaluarsa juga nihil temuan,” imbuh dia.

Kendati demikian, mantan Kapolsek Panggang tersebut menghimbau pada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan teliti dalam membeli makanan dan bahan makanan. Jangan sampai tertipu dan dirugikan khususnya perihal kandungan berbahaya yang bisa merusak kesehatan. Guna mengantisipasi, masyarakat bisa mulai dari mengecek kondisi bahan makanan, kesegarannya dan untuk makanan kaleng dicek pula tanggal kedaluarsa sebelum kemudian dibeli.

Di waktu yang hampir bersamaan, anggota Satreskrim Polres Gunungkidul juga melakukan pemantauan di titik-titik yang sekiranya berpotensi terjadinya gangguan kamtibmas atau bahkan pencurian. Hal ini dilakukan agar pust-pusat perbelanjaan aman dan memastikan masyarakat terlindungi dan nyaman saat berbelanja di pasar atau pusat perbelanjaan lainnya.

“Pantauan keamanan dan ketertiban saja kok. Sembari memberikan himbauan dan pengertian pada juru parkir agar lebih berhati-hati dan tanggung jawab dalam menjaga kendaraan,” ucap AKP Riko Sanjaya, Kasat Reskrim Polres Gunungkidul.

Tak hanya itu, kegiatan yang dilakukan oleh anggota Satreskrim ini juga untuk mengatisipasi terjadinya pencurian kendaraan, premanisme dan beberapa hal lainnya. Masyarakat diminta untuk melaporkan jika sekiranya terdapat pengemis atau pengamen yang mengancam atau merugikan. Entah di mana saja, jika ada acaman dan membuat kurang nyaman dapat dilaporkan ke anggota polisi.

“Untuk sementara ini kondisi aman, tapi masyarakat tetap kami himbau untuk waspada. Waktu seperti sekarang ini modus kejahatan mulai muncul seperti gendam, pecah kaca, copet dan pencurian kendaraan. Untuk yang bertransaksi di pertokoan dan bank harus waspada,” tutupnya.

Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler