Connect with us

Pariwisata

Telaga Jonge, Dibidik Pemerintah Sebagai Destinasi Pasar Digital

Diterbitkan

pada

Semanu,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Geliat pariwisata di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu semakin menampakkan diri. Jika selama ini Desa Pacarejo dikenal dengan wisata Goa Kali Suci dan Goa Jomblang kini muncul obyek wisata yang tak kalah menarik. Tempat ini cocok untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, sanak saudara atau teman. Telaga Jonge.

Telaga Jonge yang dulunya dikenal dengan sumber air tak pernah surut, kini diubah menjadi sebuah destinasi wisata yang instagramable. Suasana di pinggiran telaga yang asri serta ditumbuhi pepohonan besar nan rindang memiliki daya tarik tersendiri. Sumilir angin yang berhembus menambah kesan yang adem saat duduk-duduk pinggiran telaga. Pengunjung dapat menikmati pemandangan air yang tak pernah surut.

Belakangan ini masyarakat setempat mulai bergeliat untuk semakin memantapkan perkembangan wisata telaga Jonge. Yudas Tadius Andi Candra, pengelola obyek wisata pasar digital Telaga Jonge mengatakan, berbekal dengan latar belakang  petani dan pedagang setempat. Mulai masyarakat dan pemuda memikirkan terobosan baru. Terlebih Telaga Jonge memiliki pontensi dan nilai plus sendiri. Dari Kementerian Pariwisata pun juga membidik obyek ini dijadikan sebagai destinasi pasar digital. Sehingga masyarakat pun semakin memiliki greget dalam berkembang dan meningkatkan pundi-pundi perekonomian.

Berita Lainnya  Tantangan Pariwisata Gunungkidul Hadapi Momentum Libur Lebaran saat Adanya Aturan Larangan Mudik

“Kami menggabungkan konsep modern dengan tradisional. Sehingga ada daya tarik tersendiri untuk kaum milenial berkunjung ke Telaga Jonge,” kata Yudas, Jumat (26/10/2018) disela-sela acara launching Pasar Destinasi Digital Telaga Jonge.

Anak-anak muda dilibatkan dalam pengelolaan dan pengembangan sehingga ide-ide mereka yang kekinian. Hal tersebut disalurkan dalam mengembangkan destinasi ini dapat dikenal oleh wisatawan.

Di obyek wisata ini setiap hari Sabtu dan Minggu para pengunjung disuguhkan dengan deretan pedagang yang menjajakan masakan tradisional khas Gunungkidul. Olahan-olahan makanan ini diproduksi oleh masyarakat setempat, sebagai pengobat kerinduan menyantap jajanan pasar terdahulu. Misalnya Dawet Jaipong, Bubur Ndeso, Baceman, jamu-jamuan, bahkan ada pula bakpao yang terbuat dari ubi jalar dan pastel yang terbuat dari singkong.

Segala macam jajanan dan kerajinan milik warga pun dipampang di setiap ruko-ruko kecil yang terbuat dari kayu-kayu tradisional. Cara pembeliannya pun juga unik, dimana pengunjung harus menikarkan uang rupiah dengan balok-balok kayu atau yang disebut dengan koin. Setiap satu koin setara dengan nilai 2000 rupiah, para pembeli wajib menukarkan koin-koin mereka terlebih dahulu untuk dapat membeli jajanan yang ada.

Berita Lainnya  Ramai-ramai Desakan Dari Pejabat Gunungkidul Untuk Buka Pariwisata, Ini Jawaban Menteri Sandiaga Uno

Diungkapkan salah seorang pedangan makanan, Karmi waga Kwangen Lor, dengan dikembangkannya wisata ini tentu sangatlah membantu perekonomian warga Desa Pacarejo. Terlebih pendapatan masyarakat akan bertambah dibandingkan dengan hari-hari biasa. Bukan semata-mata pada nilai keuangan namun guyup rukun dan gotong royong warga jauh lebih terangkat.

“Sae sanget menawi enten wadah ngeten niki. Dados telogo niku urip, mboten sekedar dingge ngumbai kados riyen. Pengarepane nggih rame, pemerintah ugi langkung perhatian kaleh masyarakat,” ucap Karmi.

Di petak gazebo untuk berjualan berjajar jajanan tradisional yang sudah mulai jarang didapati di warung-warung. Sejak siang dibuka hingga sore tadi jajanannya terus laris dikunjungi oleh pembeli, makanan bakpao ubi jalar, gathot tiwulnya ramai diserbu para pemburu kuliner.

Tak hanya jajanan yang menjadi ikon Telaga Jonge. Namun spot-spot foto juga mulai dibentuk tanpa mengurangi keaslian ditelaga ini. Baik dari pemerintah dan masyarakat bersinergi dalam mengembangkan wisata yang unik ini.

Berita Lainnya  Gelaran Gunungkidul Tourism Festival untuk Tarik Wisatawan saat Low Season

Pengunjung Pasar Destinasi Digital Telaga Jonge, Viki Mila dan Familia Litha mengatakan sangat terkesan dengan kondisi telaga Jonge yang sekarang. Berbeda dari dulu, masyarakatnya sudah mulai terbuka dengan perubahan dan perkembang jaman, sehingga masyarakat mampu menyulap Jonge menjadi obyek wisata yang memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri.

“Mudah-mudahan sih dengan seperti ini mendorong masyarakat untuk lebih kreatif lagi dalam mengembangkan destinasinya,” ujarnya.

Sementara itu, Asti Wijayanti Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul mengatakan Telaga Jonge merupakan satu di antara beberapa obyek wisata digital yang digagas oleh instansi terkait dalam pengemangannya. Menggandeng Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Jogja, masyarakat dan pemerintah berupaya melakukan yang terbaik. Setelah Pasar Ngingrong, Telaga Jonge dan kedepan rencananya akan dibuka kembali di kawasan Desa Wisata Nglanggeran.

“Memang sengaja didekatkan dengan obyek geosite Geopark Gunungsewu sebagai bentuk dukungan dalam pengembangan kedepan,” tutur Asti.(arista)

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler