Connect with us

Pariwisata

Dibangun Megah Dengan Koleksi Batu Geopark Lengkap, Komplek Taman Batu Ngingrong Masih Sepi Pengunjung

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Etalase Taman Batu Ngingrong yang berada di jalur wisata tepatnya di Desa Mulo, Kecamatan Wonosari hingga saat ini sepi peminat. Nyaris tak ada pengunjung ke bangunan megah yang dibangun dengan dana miliaran tersebut. Untuk itu, pemerintah berupaya terus melakukan perbaikan dan meingkatkan sarana prasarana yang ada.

Pantauan pidjar-com-525357.hostingersite.com, meski berada di jalur wisata namun keberadaan Taman Batu Ngingrong masih belum mampu menarik minat wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Sesekali terlihat hanya beberapa orang yang menggunakan lokasi tersebut untuk sekedar nongkrong menghabiskan waktu luang.

Pun demikian dengan keberadaan sebuah bangunan yang berisi etalase bebatuan yang berasal dari kawasan Gunungsewu Unesco Global Geopark itu. Bahkan setiap harinya nyaris tidak ada wisatawan yang datang ke lokasi wisata edukasi itu.

Berita Lainnya  Berteman Dengan Alam Sungai Oya Bersama Keluarga di Watu Tumpeng

Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Harry Sukmono mengakui adanya hal tersebut. Pihaknya pun berusaha memberikan daya tarik dengan menggratiskan biaya masuk ke lokasi ini. Meski begitu, hal ini tetap dinilai belum juga memberikan dampak terhadap jumlah kunjungan.

“Saat ini kunjungan paling banyak memang dari kalangan pelajar, terakhir itu rombongan dari mahasiswa UNES (Universitas Negeri Semarang), untuk kalangan umum memang belum banyak,” ujar Harry, Rabu (14/11/2018).

Untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan pihaknya berusaha akan terus berupaya melakukan perbaikan. Dalam waktu dekat ini pihaknya akan memperbaiki sarana prasarana pada tahun ini.

“Kita targetkan akhir tahun ini selesai pengerjaan interpretasi atau papan penjelasan tentang batu yang ada, sementara batuan yang ada di luar ruangan dahulu, karena anggaran yang terbatas jadi harus bertahap,” imbuh dia.

Harry menjelaskan, saat ini terdapat 20 jenis batuan dengan jumlah ratusan buah yang berasal dari kawasan Gunung Sewu Unesco Global Geopark mulai dari Gunungkidul, Wonogiri, hingga Pacitan. Selain bebatuan alam juga ada fosil biota laut, dan fosil kayu dinilai saat ini sudah relatif lengkap.

Berita Lainnya  Bertepatan dengan Libur Imlek, Jumat Besok Obyek Wisata Gunungkidul Tetap Buka

“Ini merupakan bagian dari mengembalikan, mengumpulkan parsel-parsel sejarah terbentunya bumi Gunungsewu. Masing-masing punya keunikan tersendiri pastinya, yang memiliki nilai edukasi,” ucapnya.

Terpisah, Presiden Geopark Indonesia, Budi Martono, mengatakan berbagai promosi sudah dilakukan untuk pengenalan Geopark Gunungsewu, diantaranya melalui web, brosur.

“Selain itu TIC (Tourist Information Centre) yang ada di Patuk diharapkan dapat segera selesai penambahan pembangunanya, agar dapat semakin mudah mengenalkan,” katanya.

Menurut dia, Gunungsewu saat ini oleh pemerintah pusat dijadikan percontohan yang berhasil mengembangkan Geoparknya. Belum lama ini juga ada kunjungan dari Pemerintah Pusat ke Ngingrong.

“Kita terus berupaya agar geopark di Indonesia berkembang, termasuk Gunung Sewu Unesco Global Geopark,” ucapnya.

Berita Lainnya  Mengunjungi Obyek Wisata Istagramable dan Memacu Adrenalin di Gunungkidul

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler