Pemerintahan
Telah Selesai Dibangun, Ratusan Warga Penerima Bantuan RTLH Mulai Tempati Rumah Baru
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah nampak serius dalam meretaskan permasalahan sosial yang berkaitan dengan kelayakan hunian. Bahkan ribuan warga yang mendapatkan manfaat dari bantuan bedah rumah baik dari APBD kabupaten, provinsi maupun APBN sudah mulai menempati rumah layak mereka.
Kepala Bidang Perumahan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Bambang Antono mengatakan, pada tahun 2020 bedah rumah menyasar 1.681 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut 161 unit diberikan kepada pasangan suami istri yang masih menempel di rumah orang tua maupun keluarga lainnya.
“Untuk Tahun Anggaran 2020 tahap pertama 600 unit sudah selesai dibangun dan sudah dihuni,” ungkap Bambang, Senin (12/10/2020).
Bambang mengatakan, 600 rumah tersebut merupakan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang merupakan program dari Kementerian PUPR. Sedangkan untuk tahap dua dari APBD DIY sebanyak 716 unit rumah pembangunnya masih dalam proses 60%.
“Kemudian yang bersumber dari APBD Gunungkidul 211 unit sudah 30%. Untuk KK tempel 161 unit sudah selesai,” imbuh dia.

Dengan demikian saat ini masih sekitar 15an ribu rumah tidak layak huni di Gunungkidul. Selain itu, warga Gunungkidul yang hidupnya belum memiliki rumah sendiri ada 5.000 Kepala Keluarga.
“Tahun Anggaran 2021 ini kami mengajukan sebanyak-banyaknya, masih kami data berapa pastinya,” papar Bambang.
Bantuan ini memang ditujukan bagi warga yang memiliki rumah tidak layak huni. Namun demikian warga penerima manfaat juga diwajibkan menyediakan anggaran tambahan agar rumah benar-benar layak digunakan.
“Untuk perbaikan Rp 17,5 juta dengan rincian Rp 15 juta bahan bangunan dan Rp 2,5 juta upah, sedangkan untuk pembuatan baru bagi KK tempel Rp 30 juta bahan bangunan dan Rp 5 juta upah, mereka berkewajiban membuat pondasi dan punya lahan,” tukas Bambang.
Terpisah, salah satu warga di Kecamatan Playen, Novi mengaku terbantu dengan pembangunan rumah baru ini. Dikatakannya, ia sudah lebih dari lima tahun hidup dengan keluarga besar di rumah mertua.
“Kalau nunggu kumpul uang ya sangat sulit, tahun lalu diverifikasi ternyata saya terdaftar sebagai penerima bantuan pembangunan baru,” tutup Novi.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized1 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
