fbpx
Connect with us

Peristiwa

Temuan Cacar Sapi Kian Meluas di Gunungkidul, Peternak Wajib Jaga Kebersihan Kandang

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)–Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul mencatat ada 1.556 kasus penyakit cacar sapi atau Lumpy Skin Disease (LSD). Penanganan pada sapi-sapi yang terpapar penyakit tersebut telah dilakukan, selain itu pemerintah juga menghimbau masyarakat untuk lebih menjaga kebersihan kandang dan mewaspadai terkait dengan penyebarannya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengatakan sebaran kasus LSD semakin meluas. Yang semula hanya di beberapa wilayah, saat ini menyebar di 17 kapanewon di Kabupaten Gunungkidul.

“Ada 1.556 kasus LSD di Gunungkidul yang menyebar di 17 kapanewon,” papar Wibawanti Wulandari, Rabu (10/05/2023).

Adapun tanda-tanda umum ternak terjangkit LSD yakni pada bagian kulit nampak dan muncul benjolan-benjolan. Dijelaskan untuk sapi-sapi yang terjangkit cacar sapi telah dilakukan penanganan dan pemberian obat sejak muncul gejala. Pengawasan secara rutin juga dilakukan oleh medis kesehatan hewan.

“Termasuk pengawasan di pasar hewan. Untuk ternak yang terjangkit tidak diperjual belikan,” imbuhnya.

Berita Lainnya  Gempa Rabu Siang, Bangunan Warung Anyar Milik Warga Tanjungsari Retak-retak

Wibawanti menghimbau agar peternak di Gunungkidul menjaga kebersihan kandang agar lalat, nyamuk dan caplak tidak berkembang di sekitar kandang. Hewan-hewan ini merupakan penyebar virus cacar pada ternak

“Kesadaran pemilik juga dibutuhkan agar ternak tidak terjangkit atau terpapar cacar sapi. Kebersihan kandang harus dijaga,” pungkas dia.

Selain hal tersebut, ia mengatakan ketersediaan obat untuk sapi terjangkit LSD aman. Akan tetapi untuk vaksin hingga sekarang belum mendapat kiriman dari pusat.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler