Pemerintahan
Temuan Kasus TBC Gunungkidul 2026 Baru 411, Dinkes Gencarkan Penemuan Aktif
Wonosari,(pidjar.com)– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul terus menggencarkan upaya penemuan kasus Tuberkulosis (TBC). Hingga September 2026, temuan kasus baru TBC baru mencapai 411 kasus atau sekitar 35,8 persen dari target 1.148 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Ismono, mengatakan capaian temuan sampai September ini masih cukup jauh dari target penemuan kasus yang telah ditetapkan. Kondisi tersebut menjadi perhatian lantaran kasus TBC di masyarakat masih ditemukan, namun belum seluruhnya terdeteksi dan mendapatkan penanganan.
“Untuk 2026, target penemuan 1.148 kasus, sementara sampai saat ini baru ditemukan 411 kasus atau sekitar 35,8 persen,” kata Ismono, Senin, (28/09/2026).
Ia menjelaskan, capaian penemuan kasus TBC di Gunungkidul dalam beberapa tahun terakhir masih fluktuatif. Pada 2021, dari target 1.465 kasus baru ditemukan 290 kasus atau 20 persen. Kemudian pada 2022, dari target 1.735 kasus terealisasi 402 kasus atau 23 persen.
Pada 2023, capaian meningkat dengan temuan 585 kasus dari target 1.050 kasus atau 56 persen. Selanjutnya pada 2024 ditemukan 644 kasus dari target 1.430 kasus atau 45 persen. Sementara pada 2025, ditemukan 618 kasus dari target 1.427 kasus atau sekitar 43 persen.

Menurut Ismono, salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan penemuan kasus yakni melalui program Active Case Finding (ACF). Melalui program tersebut, petugas tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi secara aktif melakukan skrining di tengah masyarakat.
“Jadi tidak hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan. Petugas melakukan skrining secara aktif dan proaktif untuk menemukan masyarakat yang kemungkinan mengalami TBC,” jelasnya.
Selain penemuan aktif, Dinkes juga mulai memperkuat peran masyarakat melalui pembentukan Desa Siaga TBC. Saat ini pembentukan dilakukan di Kalurahan Karangasem dan Karangduwet, Kapanewon Paliyan.
Desa Siaga TBC diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap gejala TBC sekaligus mendorong warga segera melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala yang mengarah pada penyakit tersebut.
Tak hanya penemuan kasus, keberadaan Desa Siaga TBC juga diarahkan untuk memastikan pasien yang telah terdiagnosis menjalani pengobatan secara rutin hingga tuntas.
“Peran pemerintah kalurahan, kader kesehatan, tenaga kesehatan, keluarga dan masyarakat sangat penting. Termasuk memberikan pendampingan kepada pasien agar pengobatan dijalani secara teratur sampai selesai,” imbuhnya.
Ismono menambahkan, penguatan Desa Siaga TBC juga mencakup edukasi kepada masyarakat, pengurangan stigma terhadap pasien, penguatan peran kader dan keluarga, hingga dukungan pembiayaan kegiatan melalui SPBDes.
Minimnya temuan bukan berarti kasus di masyarakat sedikit. Salah satu kendala yang masih dihadapi adalah stigma negatif terhadap pasien TBC. Kondisi tersebut membuat sebagian warga enggan memeriksakan diri, bahkan memilih menyembunyikan kondisi yang dialaminya.
Akibatnya, terdapat potensi kasus di masyarakat yang belum terdeteksi dan belum mendapatkan pengobatan. Pemerintah pun terus melakukan berbagai pendekatan agar masyarakat tidak takut melakukan pemeriksaan dan pasien bersedia menjalani pengobatan sampai sembuh.
“Kami berharap keterlibatan masyarakat semakin kuat sehingga penemuan kasus dapat ditingkatkan sekaligus memutus mata rantai penularan TBC di Gunungkidul,” pungkas Ismono.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized3 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
