Sosial
Gegap Gempita Bergaungnya Gari Nyawiji
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Menyambut kedatangan Tim Penilai Perlombaan Desa Tingkat Kabupaten Gunungkidul pada Kamis (27/02/2020) kemarin, Pemdes Gari tampil habis-habisan. Segala potensi yang dimiliki desa tersebut ditampilkan. Tak hanya itu, semua warga masyarakat juga ikut tumpah ruah di sepanjang tepi jalan raya yang dilalui Tim Penilai.
Bermodal payung aneka warna, warga masyarakat berjajar rapi sembari meneriakkan yel yel “Gari Nyawiji”. Berbagai hiburan dari tari-tarian hingga wayang cakruk juga ditampilkan untuk menyambut datangnya para tamu. Umbul-umbul podhang ngisep sari berjajar rapi di sepanjang jalur Wonosari-Nglipar maupun Karangtengah-Gading nampak semarak dipandang mata.
Jauh sebelum melakukan penilaian administrasi di Balai Desa Gari, Tim Penilai Perlombaan Desa Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2020 yang dipimpin Kepala DP3AKBPMD, Sudjoko terlebih dahulu disambut pemerintah desa Gari di Pasar Ekologis Argowijil. Aneka menu tempo doeloe yang saat ini sudah jarang ditemukan disajikan.
“Pasar Ekologis Argowijil ini dibuat di atas lahan bekas penambangan batu kapur yang telah rata dengan tanah. Menu yang disajikan serba tradisional dan sudah langka sehingga sulit ditemukan selain di sini,” terang Suratman, tokoh masyarakat setempat.
Diketahui memang asal usulnya Pasar Ekologis Argowijil adalah bekas lahan tambang liar batu kapur yang sudah tidak produktif dan menjadi area tak terurus. Atas inisiatif Pemerintah Desa Gari, lahan tersebut diusulkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk direklamasi. Oleh pihak kementerian, lahan kosong itu disulap menjadi pasar yang saat ini menjadi tumpuan warga sekitar untuk mengais rezeki.

Sementara itu dalam paparannya, Kepala Desa Gari, Widodo mengungkapkan optimismenya dapat menyabet juara 1 perlombaan desa dan selanjutnya maju ke tingkat Provinsi DIY mewakili Gunungkidul. Gari Nyawiji, Baswara Ing Mercapada adalah slogan yang selalu digaungkan ke segenap penjuru desa. Gari sendiri merupakan desa yang terletak di ujung utara Kecamatan Wonosari dengan luas wilayah mencapai 600,53 ha terdiri dari 9 padukuhan, 48 RT dan 20 RW serta jumlah penduduk mencapai 6507 jiwa.
“Dengan segala potensi yang kami miliki, Dana Desa kami manfaatkan sebaik mungkin untuk kemakmuran rakyat. Diantaranya dana itu digunakan untuk membuat sumur ladang di mana dari sumur tersebut masyarakat petani dapat mengolah lahan pertanian lebih maksimal. Petani di wilayah yang sudah ada sumur ladangnya dapat bercocok tanam lebih baik dan panenan lebih banyak lantaran ketersediaan air untuk pertanian tercukupi,” papar Widodo.
Pemdes Gari juga terus bergerak untuk mengolah segala potensi unggulan desa agar dapat bersaing dengan daerah lain. Selain Pasar Ekologis Argowijil, juga telah dibuka wisata baru berupa bekas tobong gamping yang sudah tak beroperasi menjadi destinasi wisata Bumi Watu Obong. Ada juga Wanalocita serta susur Sungai Oya.
“Di sisi lain, pembangunan sarana infrastruktur menjadi unggulan kami selanjutnya. Tingkat partisipasi dan swadaya masyarakat dalam membangun desa sangat tinggi sehingga semua bisa melihat bagaimana wajah Desa Gari beberapa tahun terakhir sudah sangat berbeda dibandingkan sebelumnya. Pelayanan administrasi desa juga kita perbaiki semakin profesional sesuai dengan tata kelola administrasi keuangan desa yang berbasis IT, ” sambung Widodo.
Sementara itu, Sudjoko dalam pesan kesannya menyampaikan rasa haru dan bangga atas sambutan masyarakat yang demikian gegap gempita. Dalam perlombaan desa tingkat kabupaten tahun 2020, terdapat 18 peserta yang mewakili masing masing kecamatan di mana pemenangnya berhak mewakili Gunungkidul dalam ajang lomba desa tingkat provinsi.
“Sebelum Gari, sudah 3 desa yang kita datangi untuk dinilai. Giri Asih, Purwosari; Getas, Kecamatan Playen dan kemarin Semugih, Rongkop. Selain itu masih ada desa-desa lain yang juga besok akan kita nilai. Melihat sepintas kelihatan kalau Gari telah mempersiapkan segalanya untuk lomba desa ini. Jadi jika menjadi yang terbaik di Gunungkidul tahun 2020, bersiap-siaplah untuk maju ke DIY,” kata Sujoko.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized6 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized6 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
