Pariwisata
Terdampak Pandemi Akibat Pantai Ditutup, Wasiman Pilih Jualan Lobster Hidup
Tepus,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Semenjak pandemi corona dan sejumlah kebijakan yang muncul membuat kawasan wisata Gunungkidul utamanya pantai sepi pengunjung. Hal tersebut tidak hanya berdampak pada menurunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) pariwisata, namun juga berdampak pada pelaku usaha. Seperti yang dialami oleh pengusaha kuliner lobster khas Pantai Timang. Mereka harus memutar otak lebih kencang guna tetap mencukupi kebutuhan keluarga di tengah pandemi.
Seperti diungkapkan oleh Wasiman, seorang penjual lobster di kawasan Pantai Timang. Dirinya mengakui pandemi covid-19 berdampak besar bagi dirinya, meski permintaan lobster masih terus berjalan.
Semula, dirinya mengolah lobster untuk para pengunjung yang datang ke Pantai Timang. Namun saat ini dirinya memilih untuk mengolah udang raksasa tersebut dan menjualnya langsung ke Yogyakarta.
“Kerjasama dengan rekan yang ada di sana, baru dikirim ke pelanggan. Lobster saya masak dengan resep rahasia dapur dan dijual ke Yogyakarta,” kata Wasiman.
Lebih lanjut dijelaskan, semenjak pandemi Corona ini, restorannya tutup. Padahal saat hari normal ratusan wisatawan asing dari Cina, Malaysia, Singapura, dan negara asia lainnya datang ke warungnya seusai menikmati keindahan pantai timang. Untuk kebutuhan lobster hidup, hampir setiap hari tetangganya yang berprofesi sebagai nelayan datang untuk menjual lobster. Selain itu, dari nelayan dari beberapa pantai.
“90 persen wisatawan dari Malaysia, katanya kalau ke Jogja belum ke Timang belum ke Jogja,” ujar Wasiman.
Pria yang dahulunya pernah bekerja di sebuah restoran di Jakarta tersebut mengaku banyak pelanggan yang mengaku puas karena bisa menikmati masakan lobster untuk mengobati rasa kangen menyantap lobster di Pantai Timang. Untuk lobster matang dihargai perporsinya Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu tergantung ukuran.
Ia mengatakan, untuk permintaan lobster hidup sempat terhenti dua pekan saat awal pandemik Corona. Namun seiring perkembangan permintaan kembali datang, dari berbagai kota.
Tak hanya partai besar, partai kecil jika pembelian diatas 5kg pun dikirimnya kepelanggan. Hal ini tak hanya untuk usahanya, tetapi juga kelangsungan nelayan sekitar.
“Kalau cuaca bagus ya bisa setiap hari diambil, kadang dua hari, kadang tiga hari sekali, tergantung cuaca,” ucap Wasiman.
Ia menjelaskan, lobster dari Pantai Timang sendiri banyak dikirim ke Pantai Depok, Bantul, lalu dibawa ke Cilacap, Jawa Tengah, sebelum dibawa ke Jakarta. Harganya untuk partai besar dia tak menyebut, namun untuk perkilogramnya sekitar sekitar Rp 200.000 sampai Rp 400.000 tergantung ukuran dan jenis lobster.
“Dari Yogyakarta kadang pesan beberapa kilo nanti saya kirim, Solo juga ada, ya asal itungan berat minimal tercukupi diantarkan,” ucap Wasiman.
-
Uncategorized4 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya3 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized3 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial5 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized4 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
