fbpx
Connect with us

Sosial

Banyak Perusahaan di Gunungkidul Kondisinya Tidak Stabil, Ribuan Karyawan Terpaksa Dirumahkan

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pandemi virus corona yang terjadi beberapa bulan terakhir berdampak pada bidang tenaga kerja. Sebagaimana yang diketahui, bedasarkan pencermatan yang dilakukan oleh Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi Gununkidul tercatat ada ribuan pekerja yang terpaksa dirumahkan lantaran kondisi perusahaan yang tidak stabil selama pandemi global berlangsung. Bahkan sejumlah tenaga kerja yang akan dikirim ke luar negeri dan luar daerah pun juga urung diberangkatkan.

Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Ahsan Jihadan mengatakan, sejak awal pandemi ini terjadi sampai dengan sekarang tercatat ada 1.907 pekerja yang dirumahkan dari perusahaan. Puluhan perusahaan yang berdiri di bumi handayani kondisinya tidak stabil, sebagian memang memilih jalur merumahkan pekerja untuk mengurangi beban pembiayaan. Namun ada juga perusahaan yang bertahan dengan kondisi yang terjadi.

Berita Lainnya  Sukses Hasilkan Ratusan Ton Padi Sehat, Program DEM Budidaya Tanaman Sehat Diperluas

“Ribuan pekerja yang dirumahkan itu berasal dari sekitar 36 perusahaan yang terdampak. Ditambah dengan pekerja dari luar daerah,” kata Ahsan Jihadan, Kamis (04/06/2020).

Sesuai dengan peraturan yang berlaku, perusahaan yang mengambil kebijakan merumahkan karyawan harus memiliki kesepakatan berkaitan dengan kesejahteraan mereka. Nantinya jika perusahaan tersebut berangsur membaik, tentunya pekerja yang diutamakan merupakan yang terdampak kebijakan.

Ditambah lagi, sebelum virus corona masuk dari dinas bermaksud menyalurkan puluhan pekerja ke berbagai daerah di luar Gunungkidul, bahkan ada juga yang akan dikirim ke luar negeri. Jumlahnya tidak cukup banyak memang, hanya sekitar 21 tenaga kerja. Namun dikarenakan kondisi yang terjadi maka tenaga kerja tersebut belum diberangkatkan.

Berita Lainnya  Pariwisata Gunungkidul Dinilai Butuh Hotel Berbintang dan Tempat Hiburan Malam

“Ada yang gagal berangkat sebagai pekerja di luar daerah maupun luar negeri. Nanti kebijakannya tergantung dari sana,” jelasnya.

Menurutnya, dari dinas sendiri juga masih menunggu kepastian. Namun untuk tenaga keperawatan yang akan diberangkatkan ke Jepang, saat ini masih menunggu. Nantinya setelah situasi membaik akan diberangkatkan, sementara di bidang lainnya masih menunggu dari kebijakan lanjutan. Apakah nantinya akan diberangkatkan atau gagal akibat covid 19.

 

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler