fbpx
Connect with us

Sosial

Terdapat 795 Masjid dan Lapangan di Gunungkidul Gelar Sholat Ied, Kemenag Meminta Khotip Bawakan Materi Sejuk

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kementerian Agama Gunungkidul mencatat di tahun 2019 ini terdapat ratusan tempat yang akan digunakan untuk menggelar sholat Idul Fitri tahun 1440 H. Ratusan lokasi digelarnya sholat Ied tersebut tersebar di seluruh penjuru Gunungkidul, baik di pusat kota ataupun tempat yang sekiranya berdekatan dengan pemukiman warga. Khotib nantinya diwajibkan membawakan materi pesan kedamaian, persatuan, persaudaraan dan tidak menyangkut pautkan dengan politik layaknya beberapa tahun lalu.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul, Aidi Johansyah mengatakan, data dari 18 kecamatan terdapat 795 titik yang akan menyelenggarakan sholat Idul Fitri baik di masjid maupun lapangan. Untuk menjaga keamanan sejumlah aparat keamanan diminta untuk berjaga-jaga demi kondusifitas jamaah.

Berita Lainnya  Ungkap Kasus Solar Bersubsidi Berbuntut Panjang, SPBU Penjual Ribuan Liter BBM Subsidi Terancam Sanksi Pertamina

“Sudah ada koordinasi dengan semua pihak untuk pengamanan dan menciptakan suasana yang sejuk, aman, nyaman dan damai,” ucap Aidi Johansyah, Senin (03/06/2019).

Meski segala persiapan telah dilakukan, namun untuk tanggalnya sendiri dari Kemenag masih akan menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar oleh Kementerian Agama pada Senin (03/06/2019) sore nanti. Sementara untuk jamaah Muhammadiyah telah  menetapkan jika hari raya Idul Fitri jatuh pada Rabu (05/06/2019) mendatang.

Dengan adanya koordinasi tersebut, Kemenag berharap sholat Ied di seluruh wilayah dapat berjalan dengan lancar. Dirinya juga menegaskan bahwa kejadian penyalahgunaan mimbar ceramah dakwah yang menjadi ajang penyampaian politik praktis atau menjatuhkan satu dengan lainnya  seperti beberapa tahun silam tidak akan terjadi kembali.

Berita Lainnya  Grebek PPKM Ala Ketua DPRD, Borong Makanan Pedagang Yang Sepi Pembeli

“Kami mengimbau kepada semua khotib untuk menyampaikan dakwah yang damai, membawa pesan damai, tidak melakukan ujaran kebencian,” imbuhnya.

Bedasarkan surat edaran yang diterima oleh Kementerian Agama Kantor Wilayah DIY, para khotib dihimbau unruk menyampaikan pesan damai, persatuan, persaudaraan dan yang menyejukkan. Sehingga tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.

Langkah antisipatif pun dilakukan oleh pihaknya, selain materi atau naskah ceramah telah ditentukan pihaknya juga menyebar petugas untuk melakukan pengawasan. Ia berharap, meski saat ini masih berada di suasana politik, materi yang disampaikan dapat mencerahkan dan memperluas pola pikir, tidak memperkeruh suasana yang ada.

“Mudah-mudahan aman dan damai. Kita berusaha sebaik mungkin,” tambah Aidi Johansyah.

Sementara itu, Kasi Bimas Islam, Kemenag Gunungkidul, Supriyanto mengatakan dalam pengamanan sholat Idul Fitri, Polres Gunungkidul pun akan menerjunkan personil pengamanan khusus. Mengingat, titik kumpul terbanyak diperkirakan akan terjadi di  Alun-alun Wonosari. Dari tahun-tahun sebelumnya, di alun-alun peserta Sholat Idul Fitri selalu membludak hingga jalan raya.

Berita Lainnya  Vaksinasi Covid19 Untuk Lansia di Playen Dimulai, Ini Jadwalnya

“Kita juga koordinasi dengan masyarakat. Intinya tetap menjaga ibadah Sholat Idul Fitri agar tetap aman terkendali. Selain Polri dan TNI, kita pun melibatkan organisasi masyarakat dalam pengamanan,” ujarnya.

 

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler