fbpx
Connect with us

Pendidikan

Terjadi Penularan Covid-19 di Patuk, Disdikpora Gunungkidul Hentikan Kegiatan Tatap Muka Berkala di Seluruh Sekolah

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga mengambil langkah tegas terkait adanya eskalasi covid-19 di lingkungan sekolah Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Aktifitas tatap muka berkala, mulai Kamis (26/11/2020) ini terpaksa dihentikan sementara sampai waktu yang belum ditentukan.

Hal tersebut tertuang di Surat Edaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul nomor 443/2417/50-1. Dimana dalam surat tersebut menyebutkan terjadi eskalasi kasus covid-19 di lingkungan sekolah. Untuk itu seluruh sekolah mulai dari TK, SD, SMP mulai hari ini melaksanakan belajar dari rumah (BDR) dan menghentikan atau menunda kegiatan tatap muka berkala serta try out ujian.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Bahron Rasyid membenarkan mengenai surat edaran yang dikeluarkan oleh dinas. Hal tersebut untuk mengantisipasi terjadinya penularan covid-19 yang lebih jauh lagi di lingkup sekolah. Sehingga baik orang tua, siswa dan guru ada rasa aman.

Pasalnya Senin (23/11/2020) lalu seorang siswa SD di Kapanewon Patuk dinyatakan terpapar covid-19 di lingkungan sekolah saat mebgikuti kegiatan tatap muka.

“Semua dihentikan terlebih dahulu sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ujar Bahron saat dikonfirmasi.

Lebih lanjut ia mengatakan, meski BDR dijalankan akan tetapi guru di tingkat TK sampai dengan tingkat SMP tetap diwajibkan masuk ke sekolah untuk mempersiapkan materi dan keperluan sekolah lainnya.

“Kalau yang WFH hanya sekolah yang kemarin ada siswa dan seorang guru yang positif,” imbuh dia.

Selain menghentikan sementara kegiatan pertemuan berkala, sekolah dan pihak medis setempat melakukan tracing untuk memutus penyebaran covid-19 di lingkup sekolah. Kemudian pihaknya juga menghimbau dilakukan strelilisasi dengan penyemprotan desinfektan dan lain sebagainya juga telah dilakukan pihak sekolah.

“Kita masih tunggu perkembangan di Kapanewon Patuk itu. Kalau di wilayah lain belum ada laporan,” ucapnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler