fbpx
Connect with us

Pendidikan

Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot

Published

on

Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 157
Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 158 Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 159 Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 160 Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 161 Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 162 Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 163 Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 164 Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 165 Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 166 Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 167 Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 168 Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 169 Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 171 Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 172 Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 173 Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 174

Girisubo,(pidjar.com)–Hari ini, tepatnya pada Rabu (25/11/2020), diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Selama pandemi ini, tantangan menjadi guru sangat luar biasa beratnya. Tuntutan harus mampu memberikan arahan dan mendidik anak dengan tidak tatap muka memang bukan perkara sederhana. Guru harus menjadi insan yang inovatif dalam menyampaikan pembelajaran di tengah pandemi ini kepada para siswa.

Begitupula bagi Aris Sudarmawan (49). Pria yang mengabdi menjadi guru sejak 23 tahun lalu tersebut, di awal Pandemi diangkat menjadi Kepala Sekolah SMKN I Girisubo. Baginya ini merupakan tantangan di awal puncak karirnya selama menjadi guru. Memang diakuinya, datang di lingkungan baru di tengah keterbatasan karena covid19 bukan merupakan perkara sederhana.

“Awalnya memang merasa gamang, bingung mau ngapain mau bagaimana. Awal menjabat harus dihadapkan dengan masalah yang cukup serius berikut juga harus segera ada solusi konkrit,” ucap Aris kala berbincang bersama pidjar.com, Rabu (25/11/2020).

Terlebih, lanjut Aris, kondisi rumah siswa di Kapanewon Girisubo yang terdapat di lokasi blank spot. Ia lantas berputar otak, mencari solusi dari permasalahannya tersebut.

Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 175 Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 176 Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 170

“Kami kemudian menggerakkan potensi guru dan karyawan untuk saling berbagi ilmu di bidang IT, akhirnya ada kesekapan untuk metode Blended Learning,” papar ayah dari tiga orang anak tersebut.

Akhirnya, guru sepakat untuk memadukan antara pembelajaran luar jaringan dan dalam jaringan. Para guru diwajibkan menyusun modul pembelajaran untuk kegiatan luar jaringan.

“Kemudian untuk pembelajaran daring mereka bisa memanfaatkan aplikasi jogja belajar dan juga googleclassroom,” ujar Aris.

Sejak Mendikbud mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 pada 24 Maret lalu yang berisi upaya untuk memprioritaskan kesehatan siswa, ia lantas mengeluarkan sejumlah kebijakan strategis. Misalnya saja bantuan operasional sekolah untuk memberikan subsidi pulsa.

“Untuk mengatasi kendala psikis siswa, guru Bimbingan Konsleling kami wajibkan untuk melakilan konsleling daring,” kata pria yang mengambil S2 di Universitas PGRI Yogyakarta ini.

Karena banyaknya wilayah blank spot, pembelajaran blanded learning ini ia kembangkan menjadi model pembelajaran rotasi. Dimana guru dan siswa dituntut untuk saling mengerti.

“Jadi adakalanya siswa siswi mencari literasi dari penugasan guru, kemudian ada jadwal mereka tatap muka menggunakan video confrence,” jelasnya.

Dalam penyampaian materi, para guru di sekolahnya juga dituntut untuk menguasai lima konsep. Adapun yang pertama yakni guru harus demokratis dan simpatik, kedua guru harus menguasai materi, ketiga guru harus menggunakan strategi dan metode pembelajaran yang relevan dengan materi, keempat guru harus mampu menggunakan metode pembelajaran dengan baik kemudian terakhir guru harus mampu mengaitkan materi dengan kemampuan siswa.

“Alhasil selama lebih dari delapan bulan para siswa siswi belajar dari rumah di tengah susah sinyal tetap bisa jalan. Karena penugasan jelas, dan waktu untuk video confrence juga sudah terjadwal para siswa akhirnya bisa mengusahakan mencari lokasi yang ada sinyalnya,” tukas Aris.

Ia berharap, pada peringatan Hari Guru Nasional ini, para guru kian inovatif dalam menyampaikan materi sesuai dengan tuntutan kompetensi dasar. Pandemi sudah semestinya menjadi tantangan bagi guru dalam menjalankan tugas mulianya.

“Jadi jangan malah aras-arasen ngajar. Harus semangat biar bagaimanapun masa depan indonesia berawal dari pendidikan,” pungkas Aris.

Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 178 Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 179 Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 180 Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 181 Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 182 Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 183 Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 184 Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 185 Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 186 Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 187 Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 188 Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 189 Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 190 Inovasi SMKN 1 Girisubo saat BDR di Wilayah Blank Spot 191

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler