fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Terjunkan Tim Gabungan, DLH Lakukan Uji Emisi Pada Ribuan Kendaraan

Diterbitkan

pada tanggal

––>

Playen, (pidjar.com)–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul melakukan uji emisi kendaraan di ruas jalan utama Wonosari-Playen-Jogja. Uji emisi kendaraan bermotor ini dilakukan untuk mengetahui tingkat buangan dari kendaraan bermotor yang berlalu lalang di wilayah Gunungkidul. Kemudian dengan uji emisi, juga berkaitan dengan untuk mengetahui tingkat polusi udara yang terjadi di wilayah perkotaan.

Uji emisi kendaraan bermotor yang digelar pada Selasa (17/09/2019) ini menargetkan untuk menguji sebanyak 2000 kendaraan. Setiap tahun, uji emisi semacam ini memang rutin digelar mengingat pertumbuhan kendaraan di Gunungkidul sangat pesat. Belum lagi lalu lalang kendaraan juga cukup padat seiring berkembangnya pariwisata di Gunungkidul.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui indeks kualitas udara di wilayah kota yang cukup padat aktifitas dan lalu lalang kendaraannya,” kata Kepala Seksi Pengendalian, Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Fitri Iswinayu, Selasa (17/09/2019).

Menurut Fitri, dengan memiliki data yang riil seperti ini, pihaknya nantinya bisa merumuskan langkah kebijakan yang tepat dalam penanggulangan polusi udara yang disebabkan oleh kendaraan bermotor. Untuk kali ini, pemeriksaan kendaraan sediri dilakukan dengan tim gabungan dari Balai Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY.

Berita Lainnya  Tak Ada Air Saat Kebakaran, Rumah Beserta Isinya Ludes Dilalap Api

“Untuk alat dan pengujinya dari tim gabungan dari Gunungkidul dan Provinsi,” imbuh dia.

Berdasarkan data di DLH Gunungkidul, indeks udara di Gunungkidul memang masih baik. Kendati demikian, setiap tahunnya, kualitas udara terus mengalami penurunan meski hanya sedikit demi sedikit. Yang dikhawatirkan oleh pemerintah, yakni jika polusi udara semakin meningkat dapat berdampak pada kesehatan masyarakat. Sehingga harus dilakukan penanggulangan yang tepat.

Dengan melakukan uji emisi, disebutnya justru akan menguntungkan bagi pemilik kendaraan. Dimana mereka jauh lebih mengetahui kondisi kendaraan dan paling tidak dapat segera dilakukan perbaikan.

“Sementara ini karena keterbataasan anggaran dan tempat kami hanya lakukan untuk roda dua. Untuk standarnya motor 2 tak itu 10000 HC, 4 tak 2.400 dan motor keluaran baru hanya sekitar 2000 Hc. Kalau lebih dari itu, berarti harus ada yang dibenahi,” beber Fitri.

Lebih lanjut ia mengatakan, beberapa waktu lalu untuk uji emisi direncanakan sebagai salah satu persyaratan dalam perpanjangan STNK, namun seiring berkembangnya waktu, rencana ini belum juga diterapkan oleh instansi terkait.

Berita Lainnya  Jatuh Dari Pohon Saat Cari Pakan, Suparno Luka Parah

Sementara itu, Sekretaris DLH Gunungkidul, Aris Suryanto beberapa waktu lalu mengatakan jika memang untuk indeks kualitas udara di GUnungkidul ada sedikit penurunan namun masih tergolong cukup baik. Untuk itu pemerintah berusha maksimal dalam memberikan pelayanan berkaitan dengan ruang terbuka hijau dan memberikan pemahaman bagi masyarakat.

“Kualitas udara sendiri perlu diperhatikan. Uji emisi ini merupakan salah satu langkah pemkab dalam mengetahui kualitas udara di daerah,” kata Aris.

Padatnya kendaraan di Gunungkidul yang keluar masuk, tentu menjadi kekhawatiran tersendiri. Bahkan ribuan kendaraan setiap tahunnya terus bertambah.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler