Peristiwa
Teror Hewan Liar di Kecamatan Wonosari Meluas, 2 Kambing Milik Warga Gari Jadi Korban
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Serangan hewan liar terhadap ternak yang terjadi di Kecamatan Wonosari meluas. Setelah sebelumnya meneror kawasan Desa Piyaman, saat ini serangan serupa terjadi di Desa Gari, Kecamatan Wonosari. Seekor kambing milik Muji, warga Padukuhan Gari, Desa Gari, Kecamatan Wonosari ditemukan dalam kondisi terluka akibat serangan hewan liar pada Kamis (08/08/2019) dinihari tadi.
Kepala Desa Gari, Widodo Saputro menjelaskan, sekitar pukul 01.30 WIB, Muji mendengar kambing miliknya tak henti-hentinya mengeluarkan suara. Karena curiga, sang pemilik pun keluar dan menuju kandang kambing. Di sana, ia melihat kambingnya merintih kesakitan dengan luka di sekitar perut. Ia pun segera memberikan pertolongan kepada kambing tersebut. Beruntung berkat tindakan cepatnya ini, hewan kambing miliknya yang baru berusia satu bulan ini terselamatkan nyawanya.
“Tidak sampai mati, hanya terluka saja,” beber Widodo, Kamis siang.
Serangan yang menimpa ternak milik Muji ini sendiri disebutnya bukan yang pertama terjadi. Dalam satu pekan ini, kasus serupa juga dialami warganya, Sido Atmojo warga Padukuhan Gari, Desa Gari. Kambing milik Sido meninggal dunia dengan luka yang cukup mengenaskan. Luka ini diduga kuat disebabkan oleh serangan hewan liar.
“Namun si pemilik tidak melapor, kejadian kira-kira satu minggu yang lalu,” imbuh Kepala Desa.

Pihaknya belum bisa memperdiksi binatang liar yang menyerang kambing di Desa Gari tersebut. Namun jika dilihat dari kejadian pada tahun 2000 lalu, warga di Padukuhan Kalidadap yang juga mengalami kejadian serupa pernah melihat seekor hewan tinggi besar.
“Kalau waktu itu sempat dikejar warga dan mirip anjing,” ujar Widodo.
Atas kejadian ini, ia mengimbau kepada masyarakat pada sembilan padukuhan di Desa Gari untuk meningkatkan kewaspadaannya. Terlebih, masyarakat di Desa Gari sendiri, menurut Widodo, sebagian besar merupakan petani yang memiliki hewan ternak seperti kambing.
“Mungkin jika kandang ada celah masuk binatang liar maka segera diperbaiki, dan ronda malam tolong ditingkatkan,” tandasnya.
Menurut Widodo, serangan teror hewan liar ini cukup mengagetkan baginya dan masyarakat Gari, Pasalnya, serangan hewan liar semacam ini terjadi terakhir di awal tahun 2000an. Setelah itu, wilayahnya relatif aman dan tak pernah ada laporan perihal tersebut.
“Semoga bisa segera terselesaikan masalah ini. Kasihan masyarakat resah atas hal ini,” tutupnya.
-
Kriminal4 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa4 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial4 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Sosial1 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan3 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized1 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized4 hari yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Peristiwa4 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Pemerintahan6 hari yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Peristiwa4 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
