Pendidikan
Tiga Siswa Terpapar Covid19, Pembelajaran Tatap Muka di SMP N 2 Panggang Diliburkan
Panggang,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Penularan covid19 di lingkungan sekolah kembali terjadi. Kali ini penularan terjadi di SMP Negeri 2 Panggang. Ada 3 siswa sekolah ini yang dinyatakan terpapar covid19. Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga memutuskan untuk menangguhkan pembelajaran tatap muka (PTM) di SMP N 2 Panggang.
Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Tijan mengungkapkan, beberapa waktu lalu pembelajaran di SMP Negeri 2 Panggang sudah dilakukan tatap muka. Menurut Tijan, pada awalnya semua berjalan lancar. Namun namun kemudian ada satu siswa yang sakit dan menunjukkan sejumlah gejala. Oleh pihak keluarga, siswa tersebut kemudian diperiksakan dan ternyata terpapar covid.
Atas adanya kasus itu, pihak sekolah dan satuan gugus tugas covid19 di Kapanewon Panggang melakukan tracing ke seluruh siswa. Hasilnya ada 2 siswa lagi yang memiliki gejala serupa dengan siswa yang terpapar covid tersebut. Untuk meminimalisir terjadinya penularan maka 3 siswa tersebut diminta untuk melakukan isolasi mandiri.
“Mungkin dia tertular saat berada di lingkungan. Untuk siswa di SMPN 2 Panggang itu hanya 3 yang isolasi dan itu belum terjadi klaster,” terang Tijan, Jumat (15/10/2021).
Menyikapi kondisi ini, pihaknya kemudian mengambil langkah agar PTM ditangguhkan atau diliburkan sementara waktu di sekolah tersebut. Siswa yang terpapar dan keluarganya diminta fokus dengan pemulihan kesehatan terlebih dahulu. Sedangkan yang lainnya tetap menjalani pembelajaran namun kembali menerapkan sistem online atau daring.

“Sementara daring lagi sampai kondisi benar-benar memungkinkan untuk dilakukan PTM,” imbuh dia.
Adanya kejadian semacam ini kemudian disikapi dengan evaluasi. Sekolah diminta untuk lebih menerapkan prokes serta sarana pra sarana lebih disiapkan kembali. Di samping itu, sekolah diminta untuk melakukan pencermatan terhadap anak yang sekiranya menunjukkan gejala sakit. Begitu pula dengan orang tua harus memantau bagaimana kondisi anak serta prokes yang diterapkan.
“Tetap semangat dan semoga segera pulih. Nanti PTM akan diselenggarakan lagi jika kondisi sudah baik,” papar Tijan.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized5 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized7 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized6 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
