fbpx
Connect with us

Pendidikan

Dua Penularan Covid19 di Sekolah Panggang, Dewan Pertanyakan Kinerja Dinas

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Menyusul dengan adanya sejumlah siswa di SMPN 2 Panggang yang terpapar covid19 beberapa waktu lalu, menjadi persoalan tersendiri dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas di masa pandemi. Penularan di lingkungan tersebut merupakan kasus kedua kalinya setelah sebelumnya sempat terjadi penularan di lingkungan SDN 1 Panggang beberapa waktu lalu. Terulangnya penularan di lingkungan sekolah di Panggang sendiri kini telah menjadi perhatian oleh sejumlah pihak yang concern pada bidang pendidikan.

Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Ismail Ishom, mengungkapkan, dengan terulangnya penularan di lingkungan sekolah menjadi pekerjaan tersendiri bagi dinas terkait dalam melakukan pemantauan terhadap kesehatan warga lingkungan sekolah. Ia sendiri menyoroti tentang koordinasi antara sekolah dengan satgas covid ataupun institusi terkait dengan terulangnya penularan covid19 di lingkungan sekolah.

“Harus ada koordinasi antara satgas covid dengan pihak sekolah, selama ini bagaimana koordinasi dengan satgas covid dengan pihak sekolah atau Disdikpora kok bisa terulang kembali,” papar Ishom, Sabtu (16/10/2021).

Ishom menambahkan, meskipun eskalasi covid19 di Gunungkidul mulai turun, namun Dinas terkait harusnya mempunyai peta kerawanan penularan covid19 yang dapat dipelajari dari dinamika, rincian, dan dugaan sumber penularan yang sebelumnya telah terjadi di tiap-tiap wilayah Gunungkidul.

“Sesederhana dari pihak puskesmas jika tahu ada daerah yang rawan seharusnya segera koordinasi dengan sekolahan. Mungkin karena buruknya koordinasi atau malah tidak adanya koordinasi antara satgas dengan sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama, Disdikpora Gunungkidul, Tijan, mengungkapkan, saat ini proses pembelajaran tatap muka di SMPN 2 Panggang sudah dihentikan untuk sementara. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya agar penyebaran covid19 di lingkungan sekolah tidak menyebar lebih luas lagi.

Menanggapi adanya penularan tersebut, ia menyampaikan jika sejauh ini pemantauan terhadap pelaksanaan pembelajaran tatap muka di Gunungkidul masih intens dilakukan. Pemantauan tersebut dilakukan oleh pengawas sekolah yang secara periodik mengunjungi sekolah binaannya.

“Masing-masing pengawas mengunjungi sekolah untuk mengetahui kendala yang dihadapi, sudah kita terjunkan semua pengawas sekolah,” sambungnya.

Kepala Bidang Sekolah Dasar, Disdikpora Gunungkidul, Taufik Aminudin, mengungkapkan, sejak adanya penularan covid19 di lingkungan SDN 1 Panggang beberapa waktu lalu sudah menjadi bahan evaluasi pihaknya dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Ia menyampaikan jika sejauh ini pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan SD belum menemui kendala.

“Pengawasan terhadap pembelajaran tetap ada,” ucapnya saat ditemui.

Pemantauan terhadap kesehatan siswa dan guru menurutnya menjadi hal yang penting untuk mengantisipasi dan pencegahan secara dini jika ada gejala covid19 agar tak sampai membawa penularan ke lingkungan sekolah.

“Satgas di tiap sekolah kan sudah terbentuk, pemantauan kesehatan siswa dan guru melalui satgas itu,” imbuhnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler