Pendidikan
Rencana Pengadaan Kuota Internet Untuk Para Siswa Selama KBM Online, Dari Mana Dananya?
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sudah sejak beberapa waktu terakhir ini kegiatan belajar mengajar (KBM) di lingkungan sekolah diliburkan. Proses pembelajaran sendiri diganti dengan pembelajaran secara online.
Guna meringankan beban para wali murid, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul saat ini tengah mempersiapkan pengadaan kuota internet bagi siswa. Nantinya, pemerintah akan mengalokasikan dana Bantuan Operasional Siswa (BOS) untuk pengadaan kuota internet ini.
Kasubbag Perencanaan Disdikpora Gunungkidul, Sumarno menjelaskan, pihaknya kini sedang melakukan kajian dari sisi regulasi baik petunjuk teknis Bantuan Operasional Siswa (BOS) dan surat edaran Mendikbud. Nantinya setelah juknis dan edaran turun, pihaknya akan segera mengeluarkan kebijakan berkaitan dengan pengadaan kuota internet untuk siswa tersebut.
“Kami masih menunggu juknisnya,” kata Sumarno, Senin (13/04/2020).
Menurutnya, skema pendanaan melalui BOS sendiri memang sangat memungkinkan. Selama ini, para siswa di Sekolah Dasar mendapatkan bantuan Rp. 900 ribu per siswa per tahun. Sedangkan untuk siswa Sekolah Menengah Pertama mendapatkan alokasi bantuan sebesar Rp. 1,1 juta per anak per tahun. Bantuan tersebut digunakan untuk operasional siswa dalam pembelajaran.
“Selama ini digunakan untuk menunjang pembelajaran, honor GTT dan lain sebagainya,” imbuh dia.
Sementara itu, Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid menandaskan, Kemendikbud akan segera menindaklanjuti rencana pembelian kuota siswa menggunakan dana BOS. Menurutnya juknis baru itu akan segera terbit dalam waktu dekat.
“Saat ini kami sedang mendata sekolah mana yang menggunakan daring, berapa anak jumlahnya karena di Gunungkidul sendiri tidak semua sekolah menggunakan daring untuk KBM,” beber Bahron.
Menurutnya, dana BOS saat ini sudah berada di sekolah masing-masing. Sehingga jika juknis turun, maka akan langsung bisa segera terealisasi.
“Jika digunakan untuk beli kuota penunjang KBM ya sah-sah saja,” jelas dia.
Terpisah, Kepala SMPN 1 Playen, Syaebani mengaku belum mendapatkan informasi lebih lanjut berkaitan dengan stetmen Mendikbud. Pihaknya mengaku, saat ini siswa-siwi melakukan KBM dalam jaringan dan luar jaringan dengan masing-masing guru.
“Tapi sudah kami petakan berapa yang menggunakan daring berapa yang luar jaringan,” tandasnya.
-
Uncategorized6 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya5 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized5 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized6 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized6 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
