Sosial
Tiga Windu Jajakan Jamu Keliling, Mbah Karyo Masih Kuat Dorong Gerobak Hingga Puluhan Kilometer
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Perjuangan hidup Karyo Yatman warga Kalurahan Gari, Kapanewon Wonosari bisa menjadi inspirasi bagi seluruh kalangan. Di tengah usia senjanya, kakek 65 tahun ini masih bersemangat untuk mendorong gerobak berisi jamu tradisionalnya keliling kota. Adapun rute jalan yang harus dilalui oleh Mbah Karyo sendiri cukup jauh yaitu dari ruas jalan Gading-Karangtengah hingga ruas jalan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul.
Di usia yang sudah menginjak kepala 6, Karyo sendiri memang masih dianugerahi kesehatan. Langkah kakinya pun masih kokoh meski pagi hingga siang harus mendorong dagangannya, puluhan liter jamu tradisional yang disajikan dalam botol-botol bekas air mineral hingga belasan kilometer.
Kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Karyo mengungkapkan bahwa dirinya sudah menjalankan aktifitas berjualan jamu keliling ini sejak 24 tahun silam. Bagi Karyo umur renta tidak tidak boleh menghalangi niatnya berusaha mencari rejeki untuk menghidupi dirinya dan keluarga. Keempat anaknya pun tidak melarang jika Karyo berjualan jamu keliling lantaran ia memang bersikeras masih tetap ingin bekerja.
“Saya masih ingin jualan, biar tidak bergantung sama anak,” kata Karyo saat ditemui, Kamis (23/12/2021) pagi.
Mbah Karyo mengaku, selain untuk menyambung hidup, berjualan jamu keliling juga adalah sebagai caranya untuk menikmati hidup. Bertemu dan berinteraksi dengan para pelanggan membuat hidupnya terus berwarna. Tak jarang memang, para pembeli jamunya ini adalah pelanggan lama yang sudah belasan tahun membeli dagangannya.

Diungkapkannya, jamu yang ia buat ini memang benar-benar resep tradisional. Ia setia menggunakan metode lama dalam meracik dan mengolah sendiri jamu-jamu tradisionalnya. Tak heran apabila rasa jamu yang ia jual tak berubah.
“Kadang saya sendiri yang buat, kadang juga istri,” ucapnya.
Karyo mengungkapkan alasan dirinya sampai sekarang masih berjualan menggunakan gerobak karena sudah nyaman dengan konsep ini. Apalagi, gerobak yang dipakainya ini memiliki nilai historis sangat besar. Selama 3 windu terakhir, gerobak inilah yang menemaninya mencari pundi-pundi rupiah.
“Kalau pakai motor atau sepeda kan tidak bisa pelan, kalau ada orang panggil saya tidak dengar. Kalau pakai gerobak saya pasti dengar kalau ada yang memanggil,” terang dia.
Hasil dari berjualan jamu sendiri memang cukup untuk membiayai hidupnya. Saban harinya, omzet Rp 200.000 hingga Rp 250.000 ia dapatkan. Dalam satu geroboknya ia menyediakan aneka jamu mulai dari beras kencur, paitan hingga kunir asem. Di mana setiap harinya pasti habis tak tersisa.
“Sedikit banyak harus disyukuri, yang penting cukup,” lanjut dia.
Sejak wabah corona melanda hampir dua tahun, Mbah Karyo tetap eksis dengan jualan keliling jamu tradisionalnya.
Kepasrahan dan kepercayaannya terhadap kemahabesaran dan kemurahan Sang Pencipta menjadikan kakek itu terus dilancarkan usahanya. Justru dengan adanya pandemi ini, semua orang semakin menjaga kesehatan dengan meminum ramuan jamu tradisional yang diolahnya.
“Alhamdulillah rejeki selalu ada, jamu juga selalu habis tidak pernah ada sisa,” pungkasnya. (Wulan)
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa3 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized2 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa2 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized4 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa3 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Hukum4 minggu yang laluNekat Posting Motor Curian di Facebook, Pemuda Ditangkap Polisi Nyamar
-
Pemerintahan2 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
