Sosial
Menyejukkan, Penyitas Covid19 di Gunungkidul Ramai-ramai Donor Plasma Konvalesen
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Puluhan orang penyintas covid19 di Kabupaten Gunungkidul mulai mendaftarkan diri untuk melakukan donor plasma konvalesen yang kemudian diberikan ke pasien covid19 aktif. Langkah ini dilakukan untuk membantu proses penyembuhan pasien covdi19 yang masih menjalani masa isolasi dan penyembuhan.
Kepala Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gunungkidul, Iswandoyo mengungkapkan di Kabupaten Gunungkidul sendiri sudah ada beberapa penyintas covid19 yang melakukan donor plasma darah konvalesen. Selain kesadaran pribadi, mereka yang suka rela melakukan donor juga karena adanya permintaan dari para pasien aktif covid19.
“Banyak yang sudah konsultasi dengan PMI. Kemudian kami arahkan ke PMI DIY dan rumah sakit untuk melakukan donornya itu. Karena kami belum memiliki alat jadi belum bisa melakukannya,” ucap Iswandoyo, Minggu (04/07/2021).
Karena belum bisa melakukan pelayanan itu maka PMI Gunungkidul melakukan koordinasi dengan PMI DIY. Biasanya kalau ditangani di RS langsung dikomunikasikan untuk penanganan dan terapi plasma darah ini.
“Kita juga menghimpun data nama dan alamat mereka yang sudah sembuh dengan maksud jika sekiranya ada yang membutuhkan plasma darah konvalesen bisa dihubungi,” imbuh dia.
Menurutnya donor plasma darah ini menjadi salah satu metode penyembuhan yang praktis bagi pasien terkonfirmasi positif yang masih dirawat. Dari lembaga kesehatan dunia pun juga menyebutkan cara ini merupakan cara yang efektif dan efisien.
Gunungkidul sendiri belum memiliki alat untuk melakukan donor plasma darah, karena yang digunakan merupakan alat khusus. Sehingga belum ada yang melakukan kegiatan sosial ini. Hanya di rumah sakit Sardjito Yogyakarta yang dapat melayani donor plasma darah.
“Banyak yang cari plasma darah, jadi sebisa mungkin kami juga sosialisasikan ke para penyintas covid,” imbuhnya.
Disinggung mengenai stok darah ia menyebutkan, selama ini stok darah di Gunungkidul sangat sedikit. Sebab tidak begitu banyak warga yang melakukan donor darah.
“Stoknya sedikit tapi Alhamdulillah masih mencukupi. Agar darah tetap ada jika dibutuhkan kita lakukan kegiatan donor darah kerjasama dengan instansi ataupun kalurahan,” tutupnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
