Connect with us

Pemerintahan

Tim Satgas Dana Desa Audit 2 Desa, Paguyuban Kepala Desa Minta Perlindungan Pemkab Gunungkidul

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Terjunnya Tim Satgas Dana Desa dari Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ke dua desa di Gunungkidul, yaitu Desa Getas, Kecamatan Playen dan Desa Song Banyu, Kecamatan Girisubo menjadi tamparan keras bagi Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa Gunungkidul, Semar. Paguyuban Semar meminta agar masyarakat bisa lebih bijaksana dalam menyikapi adanya dugaan penyelewengan dana desa sehingga sampai Tim Satgas turun melakukan audit ke Kabupaten Gunungkidul.

Katua Paguyuban Semar Gunungkidul, Bambang Setiawan menyatakan bahwa selama ini sebenarnya Semar Gunungkidul sangat berkomitmen dalam menyelenggarakan pemerintahan yang transparan dan bersih. Jikapun ada kesalahan baik administrasi maupun dugaan penyelewengan, hal semacam ini merupakan perbuatan oknum dan tak selayaknya juga ditimpakan kepada Kepala Desa lainnya.

Ia menggaris bawahi, jika ada dugaan atau indikasi penyelewengan dana desa di suatu wilayah, menjadi sangat tidak adil saat masyarakat menimpakan seluruh kesalahan kepada Kepala Desa maupun perangkat desanya. Hal ini lantaran penggunaan dana desa dalam hal ini secara mekanisme tidak murni menjadi kewenangan Kepala Desa. Ada Tim Pengelola Kegiatan (TPK) dan Panitia Pelaksanaan Kegiatan (PPK) yang secara teknis melakukan eksekusi di lapangan.

Berita Lainnya  Belasan Kambing dan Sapi Mati Mendadak Positif Anthraks, Pemerintah Mulai Awasi Lalu Lintas Ternak

“Juga ada faktor pendampingan dari Kecamatan. Karena dana desa baru turun jika regulasi tahunan lancar,” beber dia, Kamis (14/12/2017) pagi.

Pasca adanya audit dari Satgas Dana Desa, Paguyuban Semar disebutkan Bambang langsung melakukan konsolidasi antar sesama anggota. Para anggota sepakat untuk mengelola dana desa secara transparan sehingga nantinya bisa mempersempit ruang gerak terjadinya penyelewengan. Sebenarnya untuk komunikasi hingga terjun ke tingkat bawah ini sudah sejak lama dilakukan, bukan baru dilakukan selepas kabar adanya Tim Satgas Dana Desa yang turun ke Desa Song Banyu dan Desa Getas.

“Jadi kalau kemudian ada desa yang bermasalah, khususnya dalam penggunaan Dana Desa, saya mohon jangan digebyah uyah,” kata Bambang yang merupakan Lurah Desa Kepek, Kecamatan Wonosari ini, Kamis (14/12/2017) pagi.

Berita Lainnya  Dianggap Mampu Menyikapi, Tempat Karaoke di Gunungkidul Diperbolehkan Tetap Beroperasi Selama Bulan Ramadan

Paguyuban Semar meminta Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melakukan pendampingan kepada kedua desa yang disasar oleh Satgas Dana Desa. Hal ini semacam ini sangat diperlukan guna memberikan motivasi sekaligus juga memberikan perlindungan kepada kedua desa tersebut dengan catatan jika nantinya ada temuan pelanggaran hanya bersifat administratif.

“Meski memang sangat rawan, akan tetapi dana desa ini sangat krusial bagi pembangunan desa. Dan ini sangat diperlukan oleh kami, Kepala Desa dan perangkat desa dalam membangun wilayah secara lebih inovatif. Saya berharap para Kepala Desa tidak lantas menjadi takut dengan datangnya Satgas Dana Desa. Selama tidak salah, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” urai Bambang.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Tim Satgas Dana Desa Kemendes PDTT sejak Selasa (12/12/2017) lalu melakukan audit di Desa Getas, Kecamatan Playen dan Desa Song Banyu, Kecamatan Girisubo. Tim yang dipimpin oleh Wakil Ketua Satgas Dana Desa, Eko Bambang Riyadi tersebut rencananya akan melakukan audit hingga Jumat (15/12/2017) esok. Hasil audit nantinya akan diumumkan kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Gunungkidul guna dilakukan penindakan lanjutan. Audit sendiri dilakukan setelah Satgas Dana Desa Kemendes PDTT mendapatkan laporan perihal adanya dugaan penyelewengan dana desa yang dilakukan oleh kedua desa tersebut.

Berita Lainnya  Resmikan BSPS di Ngawen, Wakil Bupati: Mantap Ini Cat Birunya

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis6 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler