Pemerintahan
Klaim Gunungkidul Masih Aman Wabah Difteri, Dinas Sebut Imunisasi Jadi Pencegah Paling Efektif
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Akibat banyaknya warga yang terjangkit, sejumlah wilayah di Indonesia menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri. Di Gunungkidul, Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul belum menemukan adanya laporan warga yang terjangkit difteri. Meski demikian, pemerintah menghimbau masyarakat agar tetap waspada lantaran memang penyakit ini termasuk penyakit menular dan cukup berbahaya lantaran bisa menyebabkan kematian.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com mengatakan, saat ini pihak Dinas Kesehatan masih sebatas mewaspadai agar penyakit difteri ini tidak masuk ke Gunungkidul. Saat ini, pihaknya belum menerima laporan adanya warga Gunungkidul yang terjangkit difteri.
“Kita meminta warga masyarakat untuk secara aktif melakukan pencegahan agar jangan sampai wabah difteri masuk ke Gunungkidul,”kata Dewi, Rabu (13/12/2017) siang.
Ia beberkan lebih lanjut, salah satu upaya pencegahan yang paling efektif adalah melalui program imunisasi. Untuk itu, ia menghimbau kepada masyarakat agar secara rutin mengimunisasikan anak-anaknya, terutama yang masih balita agar bisa terhindar dari penyakit berbahaya ini.
Selain dengan melakukan imunisasi rutin, Dewi juga meminta kepada masyarakat agar untuk sementara tidak menggunjungi wilayah yang sedang mengalami KLB difteri.

"Difteri itu dapat menular melalui udara, kontak langsung seperti ini," imbuhnya.
Sebagaimana ramai diberitakan di sejumlah media nasional, penyakit difteri mulai mewabah di sejumlah wilayah. Beberapa diantaranya antara lain Provinsi Jawa Timur dan Jawa Barat bahkan sampai menetapkan KLB Difteri lantaran banyaknya warga yang terjangkit. Hanya pada bulan Desember 2017 ini, berdasarkan data yang masuk hingga 11 Desember 2017 lalu, jumlah penderita difteri mencapai angka lebih dari 600 orang dari 20 provinsi. Dari ratusan korban, 6 diantaranya secara menyedihkan harus meregang nyawa karena keterlambatan penanganan.
Difteri adalah penyakit menular akibat bakteri yang menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan. Penyakit ini menyebabkan kematian karena bakteri menyumbat saluran pernapasan, menimbulkan komplikasi miokarditis atau radang pada dinding jantung bagian tengah, dan berakhir dengan gagal ginjal serta gagal sirkulasi. Gejalanya adalah demam hingga 38 derajat Celsius, munculnya selaput putih di tenggorokan, rasa sakit saat menelan, leher membengkak, serta sesak napas dan suara mengorok.
-
Info Ringan3 minggu yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan2 minggu yang laluResep Soto Tangkar
-
Kriminal21 jam yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa2 minggu yang laluLaka Maut Dinihari, Pemotor Tewas Dihantam Pick Up
-
Uncategorized4 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Peristiwa2 minggu yang laluPeriode Maut Jalanan Gunungkidul, Ratusan Kecelakaan Puluhan Korban Meninggal Dunia
-
Uncategorized3 hari yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Uncategorized2 minggu yang laluKecelakaan Beruntun di Baleharjo Gunungkidul, Pengendara Vixion Meninggal Dunia
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPrihatinnya Kalangan Dewan, Pelaku Bunuh Diri Mulai Merambah Remaja Hingga Anak
-
Peristiwa2 minggu yang laluLaka Maut di Semanu, Pembonceng Tewas Tersambar Truk
-
Hukum2 minggu yang laluTagih Utang Rp350 Ribu Berbuntut Panjang, Polisi Amankan 5 Orang dan 2 Sajam
