fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Bupati Minta Wajib Pajak yang Bandel Ditindak Tegas

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pada tahun ini menargetkan pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) mencapai Rp 22 miliar rupiah. Untuk itu, Bupati Gunungkidul menekankan agar masyarakat tertib dalam membayarkan pajaknya. Ia juga meminta kepada petugas agar menindak tegas bagi wajib pajak yang enggan dan susah dalam membayarkan kewajibannya.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Dearah (BKAD) Gunungkidul, Saptoyo mengatakan jumlah ketetapan pajak sebanyak Rp 25,5 miliar rupiah obyek pajak sebanyak 602.472. Dari jumlah tersebut, target penerimaan pembayaran sebanyak Rp 22 miliar rupiah.

Data yang dimiliki oleh BKAD, dalam dua tahun terakhir daerah di pinggiran yang dianggap daerah miskin justru tertib dalam pembayaran pajak dan telah lunas diawal. Sedangkan daerah lain yang berada di kawasan kota justru ada tunggakan yang belum terselesaikan.

“2019 dan 2020 kemarin yang lunas duluan adalah Kapanewon Gedangsari dan Purwosari,” jelasnya.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan dirinya meras prihatin karena pengusaha kalah dengan masyarakat kurang mampu dalam membayar pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Bupati menekankan bagi petugas yang menangani PBB harus bisa menindak tegas wajib pajak yang bandel dan susah dalam membayarkan kewajibannya.

“Mulai tahun ini harus bisa bersikap tegas. Masak iya mereka yang kaya justru sulit membayarkan kewajibannya. Kalah dengan rakyat kecil dan dipinggiran justru tertib,” ucap Sunaryanta.

Ia menekankan, tindakan tegas ini dilakukan agar masyarakat taat membayar PBB. Dirinya menyarankan agar diumumkan siapa saja yang belum membayar PBB. Menurut dia, membayar PBB menjadi salah satu kewajiban masyarakat, demi keberlangsungan pembangunan.

“Hasil PAD PBB ini kan kembali ke masyarakat untuk pembangunan infrastruktur dan lainnya,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler