fbpx
Connect with us

Sosial

Tinggalkan Surat Wasiat, Korban Gantung Diri Minta Anak Disekolahkan Sampai Lulus SMA

Diterbitkan

pada tanggal

Karangmojo,(pidjar.com)–Meninggalnya Sri Murtatik (50) warga Padukuhan Pengkol 2, Desa Jatiayu, Kecamatan Karangmojo menjadi duka mendalam bagi keluarganya. Pasalnya sebelum mengakhiri hidupnya dengan cara gantung, Sri sempat meninggalkan sebuah surat yang berisi keluh kesahnya dan pesan bagi keluarganya. Surat tersebut ditemukan keluarga dan pihak kepolisian saat dilakukan pemeriksaan pada jazad maupun lokasi korban melakukan aksi bunuh diri.

Kanit Reskrim Polsek Karangmojo, Iptu Pudjijono mengatakan, saat petugas bersama warga melakukan pemeriksaan, ditemukan sepucuk kertas. Ketika dicek, kertas tersebut berisi tulisan tangan Sri Murtatik yang menjadi wasiatnya sebelum melakukan aksi bunuh diri. Dalam surat itu menyebutkan jika korban meminta maaf atas tindakan nekat yang terpaksa dilakukannya ini. Ia juga menitipkan anak-anaknya pada suaminya, agar disekolahkan hingga lulus SMA sehingga memiliki masa depan yang baik.

Tulisan surat tersebut berbunyi “Mbak mas dwik mmak jaluk ngapuro sak gede-gedene. Mas dwik mamak titip adik, tulung sekolahno ngasi lulus SMA ben iso go golek gawean ben go masa depane adik. Mmk ra kuat tenan, Bim mmk jaluk ngapuro yo le ora iso nunggu koe tekan gede. Adik nurut mas dwik, mak iin yo sekolah sik tenan (Pak aku jaluk ngapuro aku urip gur gawe susah sampean. Mugo-mugo bpk ssk entuk bojo sik luwih apik seko aku. Sing pinter dadi genuk. Titip anak putu pak).

“Memang benar ada surat wasiat yang ditinggalkan oleh korban,” terang Iptu Pudjijono saat dikonfirmasi.

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh kepolisian, Sri sendiri mengakhiri hidupnya dengan gantung diri diduga karena permasalahan perekonomian yang tengah dihadapi. Namun demikian, dari kepolisian masih terus menggali penyebab pasti perempuan dengan 3 orang anak tersebut nekat mengakhir hidup dengan gantung diri.

Berita Lainnya  Bersama Berjuang Membahagiakan Anak Yatim Piatu Bersama Komunitas Berbagi Untuk Negeri

“Masalah perekonomian sepertinya, tapi penelusuran masih dilakukan anggota,” imbuh dia.

Sementara itu, salah seorang tetangga korban, Kus mengatakan, dalam kesehariannya, Sri sendiri dikenal cukup sederhana. Ia juga dikenal baik oleh masyarakat sekitarnya. Tidak ada yang mencolok dalam kehidupan Sri dan keluarga. Korban menurut Kus memiliki 3 orang anak. Kabar meninggalnya Sri karena gantung diri sendiri dianggap cukup mengagetkan bagi warga.

“Ya orangnya biasa kok sederhana. Kalau untuk keseharian usaha laundry,” ucap dia.

Selepas kematian Sri, ia sempat disemayamkan di rumah duka. Pelayat pun silih berganti untuk mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Ada surat yang ditinggalkan korban. Sudah diserahkan ke pihak keluarga juga oleh polisi tadi,” tutupnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler