Sosial
Tinggalkan Surat Wasiat, Korban Gantung Diri Minta Anak Disekolahkan Sampai Lulus SMA
Karangmojo,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Meninggalnya Sri Murtatik (50) warga Padukuhan Pengkol 2, Desa Jatiayu, Kecamatan Karangmojo menjadi duka mendalam bagi keluarganya. Pasalnya sebelum mengakhiri hidupnya dengan cara gantung, Sri sempat meninggalkan sebuah surat yang berisi keluh kesahnya dan pesan bagi keluarganya. Surat tersebut ditemukan keluarga dan pihak kepolisian saat dilakukan pemeriksaan pada jazad maupun lokasi korban melakukan aksi bunuh diri.
Kanit Reskrim Polsek Karangmojo, Iptu Pudjijono mengatakan, saat petugas bersama warga melakukan pemeriksaan, ditemukan sepucuk kertas. Ketika dicek, kertas tersebut berisi tulisan tangan Sri Murtatik yang menjadi wasiatnya sebelum melakukan aksi bunuh diri. Dalam surat itu menyebutkan jika korban meminta maaf atas tindakan nekat yang terpaksa dilakukannya ini. Ia juga menitipkan anak-anaknya pada suaminya, agar disekolahkan hingga lulus SMA sehingga memiliki masa depan yang baik.
Tulisan surat tersebut berbunyi “Mbak mas dwik mmak jaluk ngapuro sak gede-gedene. Mas dwik mamak titip adik, tulung sekolahno ngasi lulus SMA ben iso go golek gawean ben go masa depane adik. Mmk ra kuat tenan, Bim mmk jaluk ngapuro yo le ora iso nunggu koe tekan gede. Adik nurut mas dwik, mak iin yo sekolah sik tenan (Pak aku jaluk ngapuro aku urip gur gawe susah sampean. Mugo-mugo bpk ssk entuk bojo sik luwih apik seko aku. Sing pinter dadi genuk. Titip anak putu pak).
“Memang benar ada surat wasiat yang ditinggalkan oleh korban,” terang Iptu Pudjijono saat dikonfirmasi.


Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh kepolisian, Sri sendiri mengakhiri hidupnya dengan gantung diri diduga karena permasalahan perekonomian yang tengah dihadapi. Namun demikian, dari kepolisian masih terus menggali penyebab pasti perempuan dengan 3 orang anak tersebut nekat mengakhir hidup dengan gantung diri.
“Masalah perekonomian sepertinya, tapi penelusuran masih dilakukan anggota,” imbuh dia.
Sementara itu, salah seorang tetangga korban, Kus mengatakan, dalam kesehariannya, Sri sendiri dikenal cukup sederhana. Ia juga dikenal baik oleh masyarakat sekitarnya. Tidak ada yang mencolok dalam kehidupan Sri dan keluarga. Korban menurut Kus memiliki 3 orang anak. Kabar meninggalnya Sri karena gantung diri sendiri dianggap cukup mengagetkan bagi warga.
“Ya orangnya biasa kok sederhana. Kalau untuk keseharian usaha laundry,” ucap dia.
Selepas kematian Sri, ia sempat disemayamkan di rumah duka. Pelayat pun silih berganti untuk mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Ada surat yang ditinggalkan korban. Sudah diserahkan ke pihak keluarga juga oleh polisi tadi,” tutupnya.
-
Pemerintahan4 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa4 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa4 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized4 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized2 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized3 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized2 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized2 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluTNI Bangun 9 Jembatan Garuda di Gunungkidul, Hubungkan Kawasan Terpencil
-
Uncategorized3 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
