Sosial
Makan Sedap di Opor Kulwer Yang Gabungkan Opor Ayam Dengan Sayur Lombok Ijo
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Berbicara tentang kuliner di Kabupaten Gunungkidul saat ini ada beragam pilihan olahan. Sebab di Gunungkidul memiliki beragam olahan makanan yang sederhana bahkan ada pula yang cukup ekstrem dengan ciri khas memadu padankan bumbu rempah kuat dan rasa manis. Salah satu olahan yang tengah banyak diburu oleh para penikmat makanan Gunungkidul adalah sepaket opor basah lengkap dengan jangan lombok ijo dan oseng tempe bosok.
Olahan ayam di warung makan Opor Kulwer ini memang tengah diminati oleh banyak penggemar masakan tradisional. Selain rasanya yang luar biasa nikmat dan sesuai dengan lidah lokal, harganya pun tak menguras kantong. Letak rumah makan yang strategis sangat mudah dicari, yaitu di Gang Sindoro nomor 19, Padukuhan Jeruksari, Kalurahan, Wonosari, Kapanewon Wonosari atau tepatnya di belakang RSUD Wonosari. Tak heran jika setiap harinya, rumah makan ini berjubel dengan pembeli.
Saat pengunjung datang di rumah makan ini, akan disambut ramah oleh para pegawai. Selanjutnya akan ditawari menu andalan rumah makan Opor Kulwer. Tidak menunggu terlalu lama, satu paket opor ayam kampung, jangan lombok ijo khas Gunungkidul, oseng tempe bosok, gudeg godong kates (daun pepaya), lalapan, dan sambel bawang lantas disajikan.
Sekilas dari tampilannya, menu-menu tersebut tentunya sudah sangat menarik. Bumbu yang digunakan pun juga mengeluarkan aroma yang seolah mengajak untuk segera menyantapnya. Saat dicicip memang rasanya cukup nikmat. Perpaduan opor dengan olahan sederhana yang menggoyang lidah penikmatnya.
Rasa opornya sendiri bumbunya meresap dengan tekstur dagingnya empuk. Ditambah dengan menyeruput kuah dengan nasi dan sambal bawang, menambah kenikmatan yang tiada tara.

Kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com,pemilik sekaligus koki Opor Kluwer Ari Setyowati mengatakan, untuk menyajikan masakan yang nikmat ini memang membutuhkan proses yang cukup rumit dan memakan waktu. Hal ini dilakukan agar masakan yang ia buat mampu mengeluarkan cita rasa yang maksimal. Salah satu yang paling memakan waktu adalah saat mengolah daging. Potongan-potongan ayam ini diolah selama lebih dari 7 jam lamanya untuk memastikan bumbu meresap dengan baik dan dagingnya juga super empuk.
Disinggung mengenai bumbu, ia mengatakan yang digunakan adalah bumbu opor pada umumnya, namun memang ada resep rahasia dari warisan keluarga.
“Ya memang ada tambahan bumbu keluarga. Jadi ibu saya kan memang seneng masak dan ada rumah makan, terus saya diajari membuat opor yang rasanya beda dengan yang lainnya ini,” kata Ari, Sabtu (29/05/2021).
Tak hanya menjual opor basah, ia juga menyediakan menu opor goreng. Bagi penyuka babat iso, menu ini juga bisa dipadukan dengan keduanya. Harganya pun juga sama.
“Tapi yang menjadi primadona tetap opor ayamnya, karena disini menu spesialnya memang itu,” sambungnya.
Ia juga menyediakan nasi merah bagi pelanggannya. Selama beberapa hari buka, respon pasarpun cukup luar biasa. Sehari saja ia mampu menjual 50 porsi opor lengkap dengan yang lainnya.
“Saya lihat memang di sekitar Kota Wonosari ini tidak ada yang jualan opor dengan konsep perpaduan menu di desa. Saya mengambil peluang ini dengan bumbu dan pengolahan yang tidak sembarangan. Saya jamin rasanya tak kalah dengan sajian menu ini di warung luar daerah” jelasnya.
Dia juga menyediakan paket nasi box dengan menu yang sama. Kemudian juga ada tumpeng ayam ingkung bagi yang menginginkan. Warung Opor Kulwer ini juga menyediakan tempat untuk pertemuan. Jam buka sendiri dimulai pada pagi pukul 08.00 WIB hingga malam pukul 19.00 WIB.
“Jika hendak membeli lebih dari pukul 7 malam bisa booking dulu dengan menghubungi nomor 087839528099,” imbuhnya.
Opor olahan Ari ini diminati oleh banyak kalangan mulai dari masyarakat umum hingga para pegawai. Berulang kali pejabat-pejabat menyambangi opor kulwer karena rasanya yang istimewa.
“Bahkan sampai ada yang khusus datang dari Klaten, Muntilan dan lainnya. Dari Semarang juga ada bahkan setiap kali ke Gunungkidul mereka menyempatkan ke sini, katanya karena rasanya nagih dan beda dengan lainnya,” tutup dia.
-
Pemerintahan4 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized3 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized3 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluTNI Bangun 9 Jembatan Garuda di Gunungkidul, Hubungkan Kawasan Terpencil
-
Uncategorized22 jam yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
-
Uncategorized3 minggu yang laluGelombang Tinggi di Pesisir Gunungkidul, Rusak Perahu Nelayan Hingga Warung
-
Uncategorized1 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
